SAO PAULO, iNews.id – Akibat mendukung presiden secara terang-terangan, seorang komandan polisi militer dipecat. Peristiwa itu terjadi di Brasil.
Reuters melansir, Gubernur Negara Bagian Sao Paulo, Joao Doria, memecat komandan polisi militer senior, Kolonel Aleksander Lacerda, Senin (23/8/2021). Lacerda dipecat lantaran secara terbuka mendukung pawai politik yang mendukung Presiden Brasil, Jair Bolsonaro.
Presiden Brasil Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Operasi Darurat, Ada Apa?
Lacerda memimpin pasukan regional Sao Paulo dengan sekitar 5.000 personel militer di bawah komandonya. Para kritikus politik mengatakan, Bolsonaro memang tengah berusaha mengumpulkan dukungan dari kalangan tentara menjelang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Brasil 2022.
Hasil sebagian besar jajak pendapat menunjukkan, elektabilitas Bolsonaro berada di bawah politikus sayap kiri yang juga mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Hasil survei tersebut memicu kekhawatiran penguasa saat ini, sehingga membuat kubu Bolsonaro berusaha menyeret tentara ke dalam pusaran politiknya.
Kepolisian Brasil Resmi Selidiki Presiden Jair Bolsonaro terkait Dugaan Korupsi Vaksin
Jika polisi militer Brasil mendukung klaim Bolsonaro, itu tentunya bakal menimbulkan risiko demokrasi besar di negara Amerika Latin itu, kata para ahli. Apalagi, polisi militer yang sedang aktif bertugas dilarang terlibat dalam demonstrasi politik.
Menurut surat kabar Estado de S Paulo, Lacerda kedapatan mengunggah status di Facebook yang berisi ajakan kepada para “sahabat” (baca: massa simpatisan) presiden untuk menghadiri pawai 7 September mendukung Bolsonaro.
Kematian akibat Covid di Brasil Tembus 500.000 Jiwa, Pakar Beri Peringatan
“Kebebasan itu tidak datang begitu saja, melainkan dicari. Saya akan datang pada 7/9 (7 September),” tulis Lacerda.
Tak hanya itu, dia juga mengkritik Doria—yang notabene bos utamanya di Sao Paulo. Lacerda juga menyerang para anggota parlemen senior, menyebut mereka “pengecut” dan “mafia”.
Presiden Brasil Didenda Rp1,5 Juta karena Tak Pakai Masker saat Konvoi Sepeda Motor
Menindaklanjuti temuan itu, Doria mengumumkan pemecatan Lacerda saat konferensi pers pada Senin (23/8/2021).
“Yang bersangkutan (Lacerda) diberhentikan pagi ini dari tugasnya di polisi militer, karena ketidakdisiplinan,” kata Doria.
Dalam sebuah pernyataan, Polisi Militer Sao Paulo mengatakan, kasus Lacerda akan diselidiki oleh Departemen Dalam Negeri.
Editor: Ahmad Islamy Jamil