Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Melemah, Tenaga Ahli DEN: Ekonomi Nasional Masih Aman
Advertisement . Scroll to see content

Ray Rangkuti Sebut Posisi RI di Politik Global Tak Ada Daya Tawar: Masih Ikut-ikutan

Rabu, 03 Juni 2026 - 08:25:00 WIB
Ray Rangkuti Sebut Posisi RI di Politik Global Tak Ada Daya Tawar: Masih Ikut-ikutan
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai posisi RI di politik global tak ada daya tawar. (Foto: screenshot)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai posisi Indonesia dalam politik luar negeri saat ini masih berada pada level yang rendah. Hal tersebut disampaikan Ray dalam program Rakyat Bersuara yang tayang di iNews TV, pada Selasa (2/6/2026).

Awalnya Ray menanggapi pertanyaan mengenai posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, dalam hubungan antarnegara terdapat beberapa tingkatan, mulai dari memiliki daya tawar, menjadi mitra sejajar, hingga sekadar mengikuti negara lain. 

“Kalau berteman itu ada tahapan-tahapan juga. Pertama, tadi disebutkan kita punya daya tawar. Pak Nursi menyebut daya tawar itu ada kalau Anda punya sesuatu juga," ucap Ray.

"Nah, kalau saya nggak punya gimana mendekatinya? Kira-kira begitu. Oleh karena itu, selain ada daya tawar, ada jadi teman. Jadi oke, karena saya masih pada tahap begini, mungkin saya di sini dulu bersama Anda. Level saya itu beda dulu. Tapi di bawah itu ada lagi, ikut-ikutan. Yang paling bawah ini (posisi Indonesia) yang ikut-ikutan,” sambungnya.

Ray menyampaikan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia belum mampu menarik perhatian negara lain. Ia mencontohkan Iran, yang tetap disegani meski memiliki keterbatasan dibandingkan Amerika Serikat dalam aspek militer.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut