Dulu Anti-Islam, Kini Mantan Politikus Belanda Ini Masuk Islam
AMSTERDAM, iNews.id - Joram van Klaveren, mantan anggota parlemen Belanda yang pernah menjadi tangan kanan politikus anti-Islam, Geert Wilders, mengumumkan dirinya sudah menjadi muslim.
Selama 7 tahun menjadi anggota majelis rendah Belanda dari partai yang didirikan Wilders, Partai Kebebasan (PVV), Joram van Klaveren berkampanye melawan Islam.
Tabloid Algemeen Dagblad menggambarkan di masa itu, van Klaveren merupakan penganut garis keras yang melarang penggunaan burka dan masjid.
"Kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya dikurangi sesedikit mungkin di Belanda," kata Van Klaveren, dikutip dari tabloid Algemeen Dagblad, sebagaimana dilaporkan kembali AFP, Selasa (5/2/2019).
Pria 40 tahun itu mengaku berubah pikiran setelah membuat buku anti-Islam. Di tengah perjalanannya membuat buku, muncul pertanyaan besar di benaknya.
"Jika semua yang saya tulis, sampai di titik itu, benar, dan saya percaya itu, maka saya adalah seorang muslim secara de facto," katanya kepada surat kabar NRC.
NRC menyebut Van Klaveren masuk Islam pada 26 Oktober 2018, kini dia menyusun buku berjudul, 'Apostate: From Christianity to Islam in the Time of Secular Terror' atau 'Murtad: Dari Kristen ke Islam di Masa Teror Sekuler', berisi perjalanannya sampai akhirnya menjadi mualaf.
Van Klaveren berpisah dengan Wilders pada 2014 karena perbedaan pendapat. Wilders menyampaikan pertanyaan kontroversial kepada para pendukungnya, apakah mereka menginginkan lebih banyak imigran muslim asal Maroko di Belanda atau tidak.
Pada 2016, Wilders dinyatakan bersalah atas tuduhan diskriminasi.
Van Klaveren kemudian melanjutkan dengan membentuk partai sayap kanan sendiri yang disebut 'For Netherlands' (VNL). Namun karena gagal memenangkan kursi parlemen dalam pemilu 2017, dia meninggalkan dunia politik.
Rekan Van Klaveren saat mendirikan VNL, Jan Roos, terkejut atas kabar itu. Dia menyebut pilihan memeluk Islam itu sebagai hal luar biasa bagi orang yang dulu menjadi penentang Islam.
"Jika benar-benar bukan kampanye humas untuk mempromosikan bukunya, maka itu merupakan pilihan luar biasa bagi seseorang yang banyak bicara tentang Islam," ujar Roos.
"Tetapi kami memiliki kebebasan beragama di Belanda. Dia bisa menyembah siapa pun yang dia inginkan," katanya lagi.
Said Bouharrou, anggota Dewan Masjid Maroko di Belanda memuji keputusan Van Klaveren.
"Sangat bagus ketika seseorang yang begitu kritis terhadap Islam kemudian menyadari bahwa itu (Islam) tidak terlalu buruk atau jahat," ujar Gouharrrou.
Editor: Anton Suhartono