Eksekusi Mati Gagal, Napi Pembunuhan di AS Christa Pike Kritis usai 2 Kali Disuntik
NASHVILLE, iNews.id - Christa Pike berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan untuk menyelamatkan nyawanya di rumah sakit pada Kamis (1/10/2026). Terpidana mati atas kasus pembunuhan di Tennessee, Amerika Serikat (AS), itu dilarikan ke rumah sakit setelah upaya eksekusinya gagal sehari sebelumnya.
Menurut pengacaranya, Randy Spivey, Pike selamat setelah menerima dosis ganda obat yang digunakan Tennessee untuk mengeksekusi narapidana. Dia dibawa ke rumah sakit pada Rabu malam setelah proses eksekusi tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
"Kami belum mengetahui prognosisnya ataupun banyak informasi terbaru mengenai kesehatannya saat ini. Namun, kami tahu bahwa saat ini dia masih hidup," ujar Spivey dalam konferensi pers, seperti dilansir Associated Press (AP), Jumat (2/10/2026).
Pike dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan pada 1995. Kegagalan eksekusi tersebut disebut seorang pakar hukuman mati sebagai kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Peristiwa itu mendorong Gubernur Tennessee dari Partai Republik, Bill Lee memerintahkan peninjauan independen. Lee menyebut insiden tersebut sangat meresahkan dan menunda tanpa batas waktu pelaksanaan eksekusi Pike serta satu eksekusi lain yang dijadwalkan tahun ini.
Insiden tersebut juga kembali memicu perdebatan mengenai prosedur eksekusi di Tennessee, termasuk penggunaan metode suntik mati dengan satu jenis obat.
Spivey mengecam proses eksekusi tersebut sebagai tindakan kejam dan menyiksa. Dia mengaku terus dihantui ingatan ketika melihat dan mendengar Pike berbicara, bernyanyi, kemudian mendengkur keras selama lebih dari 90 menit di ruang eksekusi.
Pengacara Pike juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan kliennya mengalami kerusakan otak akibat kekurangan oksigen. Namun, kondisi tersebut belum dapat dipastikan karena tim pengacara masih menunggu informasi medis lebih lanjut.
Sementara itu, May Martinez, ibu dari korban pembunuhan yang dilakukan Pike bersama kekasihnya, mengaku terpukul setelah menyaksikan upaya eksekusi tersebut. Martinez sebelumnya pergi ke Nashville untuk melihat pelaksanaan hukuman mati itu.
"Saya tidak mendapatkan keadilan bagi putri saya," ujar Martinez kepada AP pada Kamis.
Martinez mengatakan dirinya menyaksikan langsung kondisi Pike selama proses eksekusi berlangsung.
"Saya menyaksikan semuanya. Dia sadar. Dia tertawa. Dia menggerakkan kepala dan kakinya. Dia berusaha untuk duduk," kata Martinez.
"Cara itu tidak berhasil saat mereka memberinya suntikan pertama. Cara itu juga tidak berhasil pada suntikan kedua," imbuhnya.
Editor: Rizky Agustian