Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jenazah Sandera Israel Terakhir di Gaza Ditemukan, Dipulangkan ke Keluarga
Advertisement . Scroll to see content

Erdogan Boikot Forum Ekonomi Dunia di Davos, Menteri dan Pejabatnya Dilarang Hadir

Selasa, 16 Januari 2024 - 19:29:00 WIB
Erdogan Boikot Forum Ekonomi Dunia di Davos, Menteri dan Pejabatnya Dilarang Hadir
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memboikot Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang sedang berlangsung minggu ini di Davos, Swiss. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memboikot Forum Ekonomi Dunia 2024 di Davos, Swiss, yang sedang berlangsung minggu ini. Dia melarang para pejabat negaranya hadir sebagai bentuk protes kepada sikap penyelenggara WEF yang dianggap membela Israel dalam perang melawan Hamas.

Melansir Bloomberg, Menteri Keuangan Turki Mehmet Simsek sudah berencana untuk menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin politik dan bisnis tersebut. Namun, Erdogan melarangnya untuk pergi, menurut orang-orang yang mengetahui hal tersebut dan meminta namanya untuk tidak disebutkan karena masalah ini sensitif.

Seorang juru bicara World Economic Forum (WEF) mengatakan, situasi keamanan dan kemanusiaan di Timur Tengah menjadi fokus utama dalam pertemuan yang digelar sejak Senin hingga Jumat, 19 Januari tersebut. Forum itu dihadiri lebih dari 50 pemimpin dari dunia Arab, termasuk perwakilan Palestina.

"Kami akan menyediakan platform bagi para pemangku kepentingan utama di kawasan ini dan sekitarnya untuk berbagi pandangan tentang bagaimana meredakan ketegangan dan menemukan jalan kembali ke jalur diplomasi," kata WEF, dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/1/2024).

Keputusan Erdogan untuk menarik para pejabat tingginya dari pertemuan ini mempersulit upaya Turki untuk berhubungan kembali dengan para investor global setelah kebijakan-kebijakan yang tidak konvensional selama bertahun-tahun membuat mereka menjauh. 

Ketidakhadirannya di Davos menyusul perubahan rencana Simsek dalam beberapa hari terakhir. Menteri yang ditunjuk pada bulan Juni sebagai bagian dari perombakan pemerintahan oleh Erdogan itu dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh bank sentral dengan para investor di New York minggu lalu. Namun, dia malah menghadirinya secara virtual. Terkait hal ini, Kantor Erdogan dan Simsek menolak untuk memberikan komentar.

Sementara pendiri dan ketua eksekutif Forum Davos, Klaus Schwab, mengutuk serangan mendadak Hamas yang disebutnya teroris terhadap Israel pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Pernyataannya membuat para politisi Turki marah meskipun dia juga menyerukan langkah-langkah perlindungan penduduk sipil di Gaza. 

Tidak seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, Turki tidak menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

Bukan Pertama Kali

Erdogan bukan pertama kalinya menggunakan Forum Davos untuk mengambil sikap politik atas konflik Israel-Palestina. Pada tahun 2009, pemimpin Turki ini berdebat panas dengan Presiden Israel saat itu, Shimon Peres, mengenai operasi militernya di Jalur Gaza pada tahun sebelumnya. Dia saat itu bersumpah tidak akan kembali.

Hingga kini, dia belum pernah kembali di Forum Davos meskipun para pejabat Turki mulai hadir lagi setelah beberapa tahun. 

Erdogan telah mengkritik Israel atas jatuhnya korban jiwa di Gaza dan membela Hamas sebagai kelompok yang memperjuangkan hak-hak Palestina. Namun, Turki tidak memutuskan hubungan dengan negara Yahudi tersebut. Turki adalah salah satu dari sedikit negara di kawasan ini yang mengakui Israel.

Ketegangan hubungan Turki dengan Israel terlihat jelas pada hari Minggu. Seorang pesepak bola Israel yang bermain untuk sebuah klub di Turki ditangkap karena melakukan selebrasi gol anti-Hamas. Dia akhirnya dibebaskan. Namun, media Turki mengatakan pesepak bola itu dideportasi pada hari Senin yang memicu kemarahan di Israel.

Turki menahan puluhan orang awal bulan ini karena diduga menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad. Penahanan itu menyusul peringatan Ankara bahwa mereka akan menanggapi setiap rencana pembunuhan anggota Hamas di wilayah negaranya.

Serangan Israel di Gaza dimulai setelah Hamas menyerang dari wilayah tersebut pada 7 Oktober. Sebagian besar wilayah Jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Lebih dari 24.000 orang telah tewas, menurut para pejabat kesehatan di sana.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut