Erdogan Tak Akan Biarkan Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump Terwujud

Anton Suhartono ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 13:06 WIB
Erdogan Tak Akan Biarkan Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump Terwujud

Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya tidak akan pernah membiarkan rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (28/1/2020) terwujud.

Pernyataan itu diungkapkan Erdogan dalam pesan tertulis yang dikirim ke Konferensi Yerusalem Antarparlemen ke-3 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Rencana perdamain tersebut tak hanya mengabaikan hak-hak warga Palestina, namun juga melukai umat Islam di seluruh dunia karena menegaskan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak dapat dibagi.

Menurut Erdogan, rencana perdamaian yang disebut dengan 'Kesepakatan Abad Ini' itu justru bisa mengancam perdamaian di kawasan.

Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata dia, tak lebih dari sekadar mimpi yang mengancam perdamaian dan Turki tidak akan membiarkan impian itu terwujud.

"Kami tidak mengakui rencana ini, yang berarti mencaplok tanah Palestina, menghancurkan Palestina, dan merebut Yerusalem sepenuhnya. Kami tidak pernah menerima rencana ini, yang menerima solusi dua negara di permukaan, tapi di sisi lain melegitimasi pendudukan Israel di bawah mandat pemerintahan AS," katanya, seperti dikutip Anadolu.

Erdogan sebelumnya menegaskan Yerusalem merupakan tempat suci bagi umat Islam yang tak bisa diserahkan ke Israel.

"Yerusalem merupakan tempat suci bagi umat Islam. Rencana untuk memberikan Yerusalem kepada Israel sama sekali tidak dapat diterima," kata dia.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas jelas menolak rencana Trump tersebut dan menyebutnya sebagai konspirasi.

"Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu (PM Israel), Yerusalem tidak untuk dijual, semua hak kami tidak untuk dijual dan tidak untuk tawar-menawar," kata Abbas.

Pejabat Hamas, selaku faksi utama di Gaza, menyebut usulan itu tidak masuk akal. Disebutkan, Trump berusaha menghancurkan proyek nasional Palestina.


Editor : Anton Suhartono