Exit Poll Pemilu Inggris: Partai Buruh Menang Besar, Raih 410 dari 650 Kursi Parlemen!
LONDON, iNews.id - Pemimpin Partai Buruh, Sir Keir Starmer, selangkah lagi bakal menjadi perdana menteri Inggris berikutnya. Data exit poll dari hasil pemilu kemarin menunjukkan, partai yang dipimpinnya memenangkan mayoritas besar di parlemen negara Eropa itu.
Sementara itu, Partai Konservatif pimpinan Rishi Sunak menderita kekalahan bersejarah. Jika jajak pendapat tersebut terkonfirmasi, ini akan menandai berakhirnya era pemerintahan Konservatif yang sudah berjalan 14 tahun berturut-turut.
Dikatakan bahwa Partai Buruh yang beraliran kiri-tengah diprediksi meraih 410 dari 650 kursi House of Commons (DPR Inggris). Capaian tersebut menjadi kebalikan dari lima tahun silam, ketika partai tersebut mengalami kinerja terburuk sejak 1935.
"Kepada semua orang yang telah berkampanye untuk Partai Buruh dalam pemilu ini, kepada semua orang yang memilih kami dan menaruh kepercayaan mereka pada Partai Buruh kami yang telah berubah–(saya mengucapkan) terima kasih," tulis Starmer di platform media sosial X, Kamis (4/7/2024).
Pemilu Inggris Digelar Sederhana, Tidak Ada Spanduk Besar dan Tenda Mewah
Partai Sunak diperkirakan hanya meraih 131 kursi di parlemen. Hasil ini menjadi kinerja pemilu terburuk dalam sejarahnya. Para pemilih menghukum Partai Konservatif karena krisis biaya hidup, dan ketidakstabilan ekonomi, serta pertikaian politik internal selama bertahun-tahun yang telah menyebabkan lima kali pergantian perdana menteri dalam kurun 8 tahun sejak pemungutan suara Brexit pada 2016.
Partai Demokrat Liberal yang berhaluan tengah diperkirakan memperoleh 61 kursi. Sementara partai beraliran sayap kanan radikal, Reformasi Inggris, yang dipimpin oleh pendukung utama Brexit, Nigel Farage, diperkirakan memenangkan 13 kursi.
Rusia Dituduh Ikut Campur Pemilu Inggris 4 Juli, Partai Konservatif Kian Terancam!
Hasil exit poll ini juga menunjukkan bahwa perilaku memilih masyarakat Inggris berbeda dengan fenomena di negara Eropa Barat lain yang justru memperlihatkan tren penguatan konservatisme dan nasionalisme ekstrem. Secara keseluruhan, pemilih di Inggris telah mengalihkan dukungannya ke sayap kiri-tengah, tidak seperti di Prancis, Belanda, dan beberapa negara lain yang memberikan kemenangan kepada kelompok sayap kanan radikal.
Di Prancis misalnya, partai anti-Islam National Rally pimpinan Marine Le Pen meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu putaran pertama pada Minggu (30/6/2024) lalu.
Skandal Judi di Tubuh Partai Konservatif, PM Inggris Rishi Sunak Makin Dibikin Pusing!
Bukan hanya Partai Konservatif yang suaranya diprediksi ambruk. Partai Nasional Skotlandia yang pro-kemerdekaan diperkirakan hanya meraih 10 kursi. Ini adalah pencapaian terburuk sejak 2010, setelah periode kekacauan yang menyebabkan dua pemimpin mengundurkan diri dalam waktu kurang dari setahun.
Dalam enam pemilu terakhir di Inggris, hanya satu exit poll yang memberikan hasil yang salah. Dan kita tidak perlu menunggu waktu lama untuk menguji akurasi exit poll pemilu kali ini, karena pengumuman hasil resmi akan menyusul dalam beberapa jam ke depan. Tidak seperti pemilu di Indonesia yang mesti menunggu berminggu-minggu.
"Jika exit poll ini benar, maka ini adalah kekalahan bersejarah bagi Partai Konservatif, salah satu kekuatan paling tangguh yang pernah kita lihat dalam sejarah politik Inggris," kata Keiran Pedley selaku direktur riset Ipsos, lembaga yang melakukan exit poll itu, kepada Reuters.
Editor: Ahmad Islamy Jamil