Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tokoh Oposisi Israel: Mari Kita Akhiri Era Netanyahu!
Advertisement . Scroll to see content

Exit Poll Pemilu Israel, Kubu Netanyahu Kalah Telak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:38:00 WIB
Exit Poll Pemilu Israel, Kubu Netanyahu Kalah Telak
Hasil exit poll pemilu parlemen Israel, Rabu (28/10), kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kalah telak dari oposisi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Lembaga penyiaran publik Israel merilis hasil exit poll pemilu parlemen Knesset, Rabu (28/10/2026). Hasilnya menempatkan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengalami kekalahan telak dari oposisi.

Exit poll merupakan metode penghitungan suara dengan mengumpulkan sampel langsung dari pemilih yang baru memberika suara di TPS-TPS.

Hasil exit poll yang dilakukan lembaga penyiaran publik tersebut serta Channel 13 masing-masing memproyeksikan 50 kursi untuk kubu Netanyahu, sementara kelompok oposisi yang dipimpin pesaingnya seorang mantan Panglima Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot, memperoleh 53 kursi.

Selanjutnya 17 kursi direbut partai-partai Arab. Total kursi diperebutkan di Knesset 120.

Tak jauh berbeda, stasiun televisi Channel 12 memproyeksikan 50 kursi direbut kubu Netanyahu, 52 kursi untuk Eisenkot, dan 18 kursi untuk partai-partai Arab.

Tidak satu pun dari kubu tersebut mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas di parlemen, sehingga memerlukan koalisi lanjutan.

Channel 12 juga melaporkan, tingkat partisipasi pemilih kalangan Arab mencapai 80 persen, seraya menyebut perolehan kursi yang diproyeksikan bagi partai-partai Arab sebagai pencapaian bersejarah.

Komisi Pemilihan Umum Israel menyatakan, secara keseluruhan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, angka tertinggi sejak 1999 atau meningkat 7,1 persen dibandingkan pemilu sebelumnya pada 2022.

Penghitungan suara dimulai setelah tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat.

“Masih belum jelas siapa yang memenangkan pemilu ini, tetapi sudah ada pihak yang kalah telak, Netanyahu,” tulis lembaga penyiaran tersebut dalam judulnya yang dirilis di media sosial.

Netanyahu dilaporkan menghubungi para pemimpin partai koalisi setelah proyeksi awal muncul.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, partai Likud pimpinan Netanyahu meminta para anggotanya untuk tidak berbicara kepada media massa.

Sementara itu salah satu pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut hasil proyeksi tersebut sebagai “kekalahan telak” bagi blok Netanyahu.

“Ini adalah keruntuhan total, dan publik telah meminta mereka untuk pergi,” tulisnya, di media sosial X.

Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, mengatakan hasil proyeksi awal menunjukkan hilangnya kepercayaan terhadap Netanyahu dan pemerintahannya.

Jika hasil exit poll tersebut terkonfirmasi, Eisenkot segera bertindak untuk memenuhi keinginan para pemilih, mengganti pemerintahan Netanyahu, dan membentuk pemerintahan baru yang memprioritaskan wajib militer.

Pemimpin partai Demokrat, Yair Golan, juga mengatakan bahwa para pemilih telah menolak pemerintahan saat ini.

“Publik telah bersuara. Mereka telah memecat pemerintahan Netanyahu,” katanya, juga di X.

Golan menambahkan, pihaknya memiliki kesempatan bersejarah untuk membentuk pemerintahan yang membawa perubahan nyata di Israel, dan tidak akan menyia-nyiakannya.

Dia juga berjanji untuk bekerja sama dengan mitra-mitranya guna menjembatani perbedaan di antara mereka.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut