Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korut Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Seperti Gangster
Advertisement . Scroll to see content

Fakta tentang Kereta Baja Keluarga Kim, Pernah Digunakan ke Rusia

Rabu, 28 Maret 2018 - 11:43:00 WIB
Fakta tentang Kereta Baja Keluarga Kim, Pernah Digunakan ke Rusia
Kereta yang dipakai Kim Jong Un berkunjung ke China. (Foto: Xinhua)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un melakukan kunjungan mengejutkan ke China pada Minggu hingga Selasa lalu. Ini merupakan kali pertama Kim berkunjung ke luar negeri sejak memimpin negara komunis itu.

Tidak seperti kepala negara lain, Kim pergi ke Beijing tidak menggunakan pesawat, melainkan kereta api baja antipeluru. Kereta itu juga pernah digunakan ayahnya, Kim Jong Il, saat berkunjung ke Beijing pada 2011.

Ternyata kebiasaan berpergian keluar negeri menggunakan kereta, tak hanya dilakoni Kim dan ayahnya, tapi juga kakeknya, Kim Il Sung.

Kereta tersebut diyakini belum pernah dipakai keluar negeri lagi sejak 2011. Saat itu Kim Jong Un ikut mendampingi ayahnya.

Pada 2015, sempat ada rencana Kim melawat ke Moskow. Saat itu Kremlin mengumumkan Kim akan menghadiri peringatan 70 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Namun perjalanan itu dibatalkan tanpa alasan jelas.

Tradisi berpergian menggunakan kereta di keluarga Kim sebenarnya dipopulerkan oleh Kim Jong Il. Alasannya dia takut berpergian menggunakan pesawat. 

Hal itu pulalah yang menjadi alasan mengapa dia tidak banyak melakukan kunjungan luar negeri. Kunjungan ke China dan Rusia dilakukan menggunakan kereta itu.

Perjalanan dari Pyongnyang ke Beijing pada 2011 dilakukan secara maraton menempuh jarak 6.000 kilometer, melewati Nanjing dan Shanghai.

Sebelumnya, yakni pada 2000, Kim Jong Il juga melakukan perjalanan serupa ke Beijing. Lalu pada 2001, dia juga menggunakan kereta ke Moskow.

Disusul pada 2011, Jong Il juga menggunakan kereta ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Dmitry Medvedev di Kota Ulan Ude, Siberia. Perjalanan panjang memakan waktu berhari-hari bukan tak masalah baginya, asal tak naik pesawat.

Saat itu, warga yang tinggal di dekat rel sepanjang rute yang dilintasi Kim Jong Il diminta tidak keluar rumah. Bahkan untuk sekadar melihat dari jendela pun dilarang.

Di antara tiga Kim, Kim Il Sung lah yang lebih sering berpergian ke luar negeri. Dia pernah berkunjung ke Moskow pada 1949 dan bertemu dengan Stalin untuk meminta dukungan terkait rencananya menyatukan Semenanjung Korea menggunakan kekuatan militer.

Tahun berikutnya, Kim Il Sung menjajah Korea Selatan yang memicu Perang Korea.

Pada 1961, Kim Il Sung kembali ke Moskow untuk bertemu dengan Jenderal Nikita Khrushchev untuk menandatangi kerja sama pertahanan.

Kunjungan bersejarah lain dari Kim Il Sung adalah menghadiri Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1965 di Bandung, Jawa Barat. Saat itu Kim Il Sung juga membawa serta anaknya, Kim Jong Il.

Perjalanan panjang Kim Il Sung dilakukan pada 1984 dalam sebuah tur di Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur, yakni Polandia, Jerman Timur, Cekoslovakia, Hongaria, Yugoslavia, Bulgaria, dan Rumania.

Kini gerbong yang pernah membawa Kim Il Sung dan Kim Jong Il diparkirkan di makam Kumsusan di Pyongyang, di mana jasad keduanya juga dikebumikan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut