Fantastis, Segini Biaya yang Dibutuhkan untuk Rekonstruksi Ukraina Pasca-Perang
BERLIN, iNews.id - Jerman membuat hitung-hitungan untuk membangun kembali Ukraina pasca-invasi Rusia. Belum ada angka pasti yang dikeluarkan, namun Kanselir Olaf Scholz menyebut jumlahnya mencapai miliaran dolar AS.
Scholz mengatakan proyek rekonstruksi Ukraina akan lebih besar daripada Marshall Plan 1947 yang disponsori Amerika Serikat (AS). Marshall Plan merupakan proyek pemulihan Eropa pasca-Perang Dunia II yang saat itu menelan biaya 13 miliar dolar AS (setaran dengan 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.200 triliun saat ini).
Dia melanjutkan, proyek rekonstruksi dimulai bergantung pada proses perdamaian. Reskonstruksi bisa dilakukan setelah ada kesepakatan damai dari kedua pihak. Sementara soal perdamaian akan bergantung pada pemerintah dan rakyat Ukraina.
“Hanya presiden Ukraina, pemerintah, parlemen, dan rakyat yang bisa mengatakan, ini adalah keputusan yang kami anggap benar,” kata Scholz, seperti dikutip dari kantor berita RIA, Jumat (12/8/2022).
Minta Pejabat Ukraina Setop Umbar Taktik Perang ke Media, Zelensky: Bukan Saatnya Menyombongkan Diri!
"Pada saat yang sama, kita harus mengatasi masalah rekonstruksi infrastruktur, bangunan, institusi. Kehancurannya dramatis akan menelan biaya miliaran,” ujarnya, menambahkan.
Saat berkunjung ke Ukraina pasca KTT G7 Juni lalu, Scholz menggambarkan kehancuran yang dia lihat. Dia mengenang kota-kota di Jerman yang hancur setelah Perang Dunia II.
Mendagri Jerman Dihujat Netizen gegara Foto Senang-Senang Sambil Minum Sampanye di Ukraina
"Sama seperti Eropa yang dilanda perang saat itu, hari ini Ukraina membutuhkan Marshall Plan untuk rekonstruksi," tuturnya.
Bloomberg pada awal bulan ini melaporkan Ukraina meminta ratusan miliar dolar kepada para donor asing untuk rekonstruksi. Uni Eropa akan menggelontorkan sebagian besar dana atau memberikan lebih dari 523 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.666 triliun.
China Tuduh AS Sengaja Perpanjang Perang di Ukraina, Ini Tujuannya
Editor: Anton Suhartono