Gadis 10 Tahun Tewas Usai Cekik Leher demi Konten TikTok, Bikin Geger Italia

Djairan ยท Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:17:00 WIB
Gadis 10 Tahun Tewas Usai Cekik Leher demi Konten TikTok, Bikin Geger Italia
Ilustrasi aplikasi TikTok. (Foto: Ist.)

ROMA, iNews.idItalia memerintahkan aplikasi berbagi video TikTok untuk memblokir akun pengguna yang usianya tidak memenuhi syarat, atau tidak dapat diverifikasi.  Perintah itu menyusul kasus kematian seorang gadis berusia 10 tahun, yang dilaporkan melakukan hal berbahaya lewat aplikasi asal China itu sebelum kematiannya. 

Otoritas Perlindungan Data Italia dalam pernyataan resminya mengungkapkan, meski TikTok telah berkomitmen untuk melarang pendaftaran bagi anak-anak berusia di bawah 13 tahun, pada kenyataannya tetap saja para pengguna bisa menyiasati aturan tersebut.

Karenanya, lembaga pemerintah itu memerintahkan TikTok untuk memblokir akun-akun pengguna yang tidak bisa diverifikasi dalam waktu secepatnya, setidaknya hingga 15 Februari 2021. Sampai berita ini diunggah, belum ada tanggapan langsung dari TikTok terkait masalah itu. 

TikTok, aplikasi yang dimiliki perusahaan ByteDance asal China, saat ini popularitasnya berkembang pesat di seluruh dunia, terutama di kalangan remaja.

Reuters melansir, Sabtu (23/1/2021), desakan dari otoritas Italia muncul setelah seorang gadis berusia 10 tahun meninggal karena sesak napas di Palermo, Sisilia, baru-baru ini. Kasus itu mengejutkan masyarakat seantero Italia. Orang tua gadis itu mengatakan, putrinya meninggal setelah ikut-ikutan melakukan challenge atau tantangan yang sedang tren di TikTok.

Gadis itu melakukan challenge yang dinamakan “blackout challenge” di TikTok. Tantangan itu sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa. Pasalnya, pengguna TikTok ditantang mencekik diri sendiri sampai pingsan, dan dipercaya dapat bangun kembali beberapa detik kemudian.

Namun, gadis malang itu mengikatkan ikat pinggang di lehernya, sambil menahan napas saat merekam aksinya sendiri di depan layar ponsel. Pekerjaan sia-sia itu membuatnya kehilangan nyawa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2