Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Tentara Jerman yang Mundur dari Militer Naik 5 Kali Lipat
BERLIN, iNews.id – Jumlah tentaraJerman yang mengundurkan diri pada 2022 meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan oleh Kantor Urusan Keluarga dan Fungsi Masyarakat Sipil Federal Jerman, Jumat (6/1/2023).
Menurut kantor itu, keputusan para tentara untuk berhenti dari dinas militer tersebut sebagian dilatarbelakangi oleh konflik di Ukraina.
“Pada 2021, Kantor Federal untuk Urusan Keluarga dan Fungsi Masyarakat Sipil menerima 201 surat permohonan untuk mundur dari dinas militer. Sementara pada 2022 ada total 951 surat permohonan sejenis yang diajukan,” ungkap seorang juru bicara kantor itu kepada grup media Jerman, RedaktionsNetzwerkDeutschland (RND).
Di Jerman, seseorang dapat mengajukan keberatan untuk mengikuti atau melanjutkan dinas militer didasarkan pada hak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama. Hak ini diatur dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik.
Orang yang mengajukan pengunduran diri atau menolak untuk dinas militer ini disebut conscientious objector atau kerap disingkat dengan istilah conchie. Di beberapa negara, penentang dinas militer ditugaskan untuk dinas sipil alternatif sebagai pengganti wajib militer atau dinas militer.