Gara-Gara Pesta Pernikahan, Kasus Virus Corona di Iran Melonjak Lagi

Anton Suhartono · Minggu, 07 Juni 2020 - 06:14:00 WIB
Gara-Gara Pesta Pernikahan, Kasus Virus Corona di Iran Melonjak Lagi
Hassan Rouhani (Foto: AFP)

DUBAI, iNews.id - Kasus virus corona di Iran melonjak lagi sepekan terakhir, di saat negara itu seharusnya sudah melewati masa puncak.

Pada Kamis lalu, Iran mencatat rekor penambahan harian kasus Covid-19 sebanyak 3.574 orang, angka tertinggi sejak wabah menghantam negara itu pada Februari.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan, sumber lonjakan kasus terbaru adalah pesta pernikahan. Iran melonggakrkan lockdown sejak pertengahan April sehingga memungkinkan warga beraktivitas seperti sedia kala, meski tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pada satu lokasi, kami menyaksikan lonjakan dari pandemi ini. Sumber dari ini adalah pesta pernikahan yang menyebabkan masalah bagi masyarakat, para pekerja kesehatan, serta menimbulkan kerugian bagi perekonomian dan sistem kesehatan negara,” kata Rouhani, dalam pidatonya di televisi pemerintah, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7/6/2020).

Rouhani tak menyebut di mana pernikahan itu berlangsung dan kapan dilaksanakan.

Lebih lanjut dia menegaskan, tak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk menerima kondisi ini karena negara sudah terpukul secara ekonomi akibat pemberlakuakn lockdown selama 3 bulan.

“Dalam kondisi ini, kami tidak punya pilihan lain, tidak ada pilihan kedua. Kita harus tetap bekerja, pabrik harus aktif, toko harus buka, dan harus ada pergerakan di negara ini sepanjang diperlukan,” tuturnya.

Pada Jumat kasus terkonfirmasi turun dibanding sehari sebelumnya, yakni 2.886, meskipun masih terbilang tinggi.

Dengan demikian total kasus Covid-19 di Iran telah melampaui 167.000 orang, lebih dari 8.000 di antaranya meninggal.

Para pejabat kesehatan memperingatkan munculnya gelombang kedua wabah virus corona. Mereka masih mendalami sumber-sumber atau cluster penularan baru yang memicu lonjakan.

Seorang pejabat mengatakan, sekitar 70 persen kasus baru di ibu kota Teheran melibatkan warga yang berpergian ke kota lain dalam beberapa hari.

Editor : Anton Suhartono