Gawat, Pemerintah AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Ukraina
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat meminta warganya yang berada di Ukraina untuk segera pergi dari negara itu. Hal ini karena meningkatnya ancaman aksi militer Rusia terhadap Ukraina.
"Jangan bepergian ke Ukraina karena meningkatnya ancaman aksi militer Rusia dan Covid-19. Mereka yang berada di Ukraina harus berangkat sekarang melalui sarana umum atau pribadi," kata Departemen Luar Negeri AS.
Rusia telah membantah rencana untuk menyerang Ukraina. Namun Rusia mendesak AS dan sekutunya untuk berjanji tidak akan menerima Ukraina ke dalam NATO, tidak akan mengerahkan senjata ofensif, dan akan membatalkan pengerahan NATO ke Eropa Timur. Namun, permintaan itu telah ditolak oleh Washington dan NATO.
Barat telah meminta Rusia untuk menarik kembali sekitar 100.000 tentara dari daerah dekat perbatasan Ukraina. Sebaliknya, Kremlin mengatakan bebas menempatkan pasukan di mana pun yang diperlukan di wilayah Rusia.
Rusia Gelar Latihan Perang Dekat Ukraina, NATO: Eropa dalam Situasi Bahaya!
Pemerintah Ukraina meluncurkan serangkaian latihan pertahanan untuk penduduk. Warga diajari dasar-dasar pertahanan diri dan pertolongan pertama.
Vladimir Putin telah mengisyaratkan kesiapan Moskow untuk melakukan lebih banyak pembicaraan dengan Washington dan sekutu NATO-nya.
Sebagai bagian dari diplomasi tingkat tinggi untuk meredakan ketegangan, Presiden Prancis, Emmanuel Macron akan menuju ke Moskow dan Kyiv. Sementara Kanselir Jerman, Olaf Scholz akan melakukan perjalanan ke Kyiv dan Moskow pada 14-15 Februari.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy juga berbicara dengan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel pada hari Sabtu. Melalui Twitternya, dia mengatakan ketegangan di sekitar Ukraina harus dikurangi.
Editor: Umaya Khusniah