Gelombang Panas Tewaskan Hampir 1.500 Orang di Prancis
Menurut Buzyn, sebanyak 10 orang meninggal saat berada di tempat kerja.
Saat musim panas berlangsung, peringatan merah—kategori peringatan paling parah—dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.
Pada masa itu, banyak acara sekolah dan acara umum dibatalkan guna meminimalkan paparan suhu panas terhadap masyarakat.
Di beberapa kota, taman-taman dan kolam renang tetap dibuka untuk membantu orang-orang menyejukkan tubuh mereka.
Pemerintah kota Paris bahkan membentuk jalur telepon darurat dan menyediakan "ruang-ruang dingin" di sejumlah gedung pemerintah.
Gelombang panas serupa memicu kebakaran hutan dan lahan di Spanyol, khususnya daerah Catalan yang mengalami kebakaran terparah dalam 20 tahun.
Suhu panas juga mencapai rekor di berbagai negara Eropa, termasuk Inggris, Belgia, Jerman, Luksemburg, dan Belanda.
Negara-negara yang disebutkan belum merilis data resmi jumlah korban meninggal dunia akibat gelombang panas tahun ini.
Editor: Nathania Riris Michico