Gempa Jepang M7,5, Para Pakar Peringatkan Ancaman Guncangan Lebih Besar
TOKYO, iNews.id - Para pakar kegempaan Jepang memperingatkan ancaman gempa bumi pasca-guncangan bermagnitudo 7,5 (hasil pemutakhiran dari M7,6) yang mengguncang lepas pantai Prefektur Aomori pada Senin (8/12/2025) malam. Gempa yang terjadi di kedalaman 54 km itu memicu tsunami setinggi 70 sentimeter di beberapa lokasi Hokkaido dan Aomori.
Para ahli mendesak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan karena gempa yang mungkin saja terjadi dalam beberapa hari mendatang memiliki kekuatan lebih besar.
Yoshihiro Hiramatsu, profesor dan pakar studi gempa Universitas Kanazawa, mengatakan gempa terbaru disebabkan oleh lempeng tektonik yang belum pecah saat gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter mengguncang wilayah yang sama pada 2011.
“Dilihat dari kedalaman sumber gempa dan sudut patahan, gempa ini diyakini terjadi di daerah perbatasan tempat lempeng sisi laut menunjam ke bawah lempeng sisi daratan kepulauan Jepang,” ujarnya, seperti dikutip dari Kyodo, Selasa (9/12/2025).
Warga Jepang Kisahkan Kedahsyatan Gempa M7,6: Tak Bisa Berdiri!
Hiramatsu menjelaskan gempa ini disebabkan oleh lempeng tektonik yang belum pecah karena gempa terjadi di sebelah utara dari gempa dahsyat Tohoku pada 11 Maret 2011.
Mengingat gempa berkekuatan 8 atau lebih besar telah terjadi di wilayah tersebut sebelumnya, termasuk pada 1968 di lepas pantai Tokachi, Hokkaido, dia mendesak agar tetap berhati-hati.
Gempa M7,6 Guncang Jepang Picu Tsunami 70 Cm, 23 Orang Luka
Gempa terbaru pada Senin malam mungkin telah menggeser keseimbangan tanah, memicu gempa yang lebih besar.
Takuya Nishimura, profesor dan pakar gempa lainnya dari Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, mengatakan tidak diragukan lagi gempa terbaru ini merupakan gempa zona subduksi, seperti yang terjadi di perbatasan antara dua lempeng di Pasifik.
Dia menjelaskan, guncangan kuat terjadi karena gempa terjadi di dekat daratan, meski masih jauh di bawah permukaan.
Editor: Anton Suhartono