Geram! Kepala Dewan HAM PBB Desak Negara-Negara Setop Kirim Senjata ke Israel
JENEWA, iNews.id - Kepala dewan hak asasi manusia (HAM) PBB, Volker Turk, mendesak negara-negara menghentikan pengiriman senjata ke Israel. Senjata-senjata tersebut sangat mungkin digunakan militer Zionis untuk melanggar hukum internasional.
Turk menegaskan, pencaplokan yang dilakukan Israel atas Tepi Barat terus berlangsung tanpa adanya hambatan, padahal ada putusan tegas dari Mahkamah Internasional (ICJ).
"Apa yang diperlukan agar negara-negara melakukan tindakan untuk mencegah semakin masifnya pendudukan (Israel) di wilayah yang diperuntukkan bagi warga Palestina dalam kerangka solusi dua negara?" ujarnya, dalam pidato pada pembukaan sesi ke-63 Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, Senin (7/9/2026).
"Mereka (negara-negara) harus menghentikan pengiriman senjata ke Israel yang berisiko digunakan untuk melanggar hukum internasional," kata Turk, menegaskan.
Dia juga menyerukan kepada perusahaan-perusahaan internasonal untuk menghentikan kerja sama bisnis dengan pihak-pihak yang mendukung pendirian permukiman ilegal Yahudi.
Menurut Turk, kecaman saja tidak cukup untuk menghentikan pelanggaran dan pencaplokan wilayah Palestina oleh para pemukim ilegal.
"(Kecaman semata) Terasa hampa di hadapan pelanggaran yang disengaja dan penderitaan yang terjadi," ujarnya, seraya menyerukan upaya internasional lebih besar demi tercapainya perdamaian yang berkelanjutan di Tepi Barat.
Terkait situasi di Gaza, Turk menyebut pasukan Israel telah membunuh lebih dari 1.300 warga Palestina, meski di tengah berlakunya gencatan senjata sejak setahun lalu. Militer Israel juga terus menghambat akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Turk juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas usulan Israel untuk mengusir paksa seluruh warga Palestina dari Gaza, serta eksekusi dan penyiksaan terhadap warga yang dicurigai sebagai kolaborator atau berafiliasi dengan Hamas.
Editor: Anton Suhartono