Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fantastis! Kekayaan Gabungan 10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp41,76 Kuadriliun
Advertisement . Scroll to see content

Geser Gates sebagai Orang Terkaya, Siapa Jeff Bezos?

Selasa, 31 Oktober 2017 - 11:50:00 WIB
Geser Gates sebagai Orang Terkaya, Siapa Jeff Bezos?
Jeff Bezos (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Bezos membuat daftar 20 produk paling laku dijual secara online. Hasilnya, buku adalah barang yang dipilihnya untuk dijual online. Mantap dengan 'mainan' barunya, ia memutuskan keluar dari DE Shaw meski kariernya di sana cemerlang.

Bosnya, David E Shaw, berupaya mempertahankannya, tapi dia memutuskan untuk membuat perusahaan baru. Saat itu ia berprinsip, lebih baik mencoba walaupun gagal daripada tidak pernah mengenyamnya sama sekali.

"Jika Anda sedang melakukan banyak hal, Anda justru bisa dibuat bingung dengan hal-hal kecil. Saat saya berusia 80 tahun nanti, saya tidak akan pernah berpikir mengapa pada tahun 1994 menolak bonus dari Wall Street padahal saat itu berada di saat yang paling buruk. Dalam konteks yang sama, saya menyesal tidak bisa berpartisipasi pada sesuatu yang disebut dengan 'internet' yang menurut saya akan menjadi hal yang revolusioner. Ketika saya berpikir seperti itu, saya akan sangat mudah membuat keputusan," ungkapnya.

Dari sinilah lahir Amazon. MacKenzie dan Benzos terbang ke Texas untuk meminjam mobil ayahnya. Mereka lalu menuju Seattle. Proyeksi keuntungan dari bisnis online-nya dibuat saat perjalanan itu dan saat mereka menghabiskan waktu senja di Grand Canyon.

Bezos memulai Amazon.com dari garasi. Bisnisnya pun moncer. Telepon semakin sering berdering di kantornya di kawasan perumahan Barnes & Noble. Mereka tentu adalah para pembeli online. Sesekali Bezos mengadakan acara dengan mengumpulkan para pelanggannya sehingga mereka bisa saling berintraksi.

Dalam sebulan sejak diluncurkan, Amazon berhasil menjual buku di 50 negara bagian dan 45 negara. Bisnisnya pun melesat dengan cepat hingga perusahaan go public pada 15 Mei 1997.

Setelah itu, Amazon tidak hanya menjual buku tapi juga berbagai barang lainnya, seperti perkakas, pakaian, bahkan jasa cloud.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut