Hacker Bobol Data 9 Juta Klien Asuransi Kesehatan termasuk PM Australia, Minta Tebusan Rp157 M

Anton Suhartono · Jumat, 11 November 2022 - 18:51:00 WIB
Hacker Bobol Data 9 Juta Klien Asuransi Kesehatan termasuk PM Australia, Minta Tebusan Rp157 M
Hacker membobol data nasabah dan mantan nasabah perusahaan asuransi terbesar Australia Medibank (Foto: Reuters)

SYDNEY, iNews.id - Kepolisian Federal Australia (AFP) menuduh hacker Rusia di balik peretasan terhadap perusahaan asuransi kesehatan swasta terbesar di negara itu Medibank. Para pelaku meminta tebusan 10 juta dolar AS atau sekitar Rp157 miliar pada Kamis kemarin.

Peretasan itu berdampak pada hampir 10 juta data nasabah dan mantan nasabah perusahaan, termasuk salah satunya Perdana Menteri Anthony Albanese.

Kepala AFP Reece Kershaw menyebut kejadian ini merupakan ulah sekelompok penjahat siber Rusia. Mereka juga dituduh bertanggung jawab atas beberapa kasus serupa di seluruh dunia.

Kershaw bahkan menyebut sudah mengetahui identitas para pelaku, namun dia enggan membeberkannya.

"Kepada para penjahat, kami tahu siapa Anda. Terlebih lagi, AFP punya beberapa langkah penting dalam hal membawa pelaku asing ke Australia untuk untuk menghadapi sistem peradilan," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat (11/11/2022).

Kershaw melanjutkan, AFP akan menghubungi penegak hukum Rusia terkait para pelaku.

Medibank mengonfirmasi peretas mengakses informasi 9,7 juta data nasabah dan mantan nasabah. Para pelaku meminta uang tebusan 10 juta dolar AS sehingga mereka akan berhenti membocorkan dokumen rahasia dan sensitif.

Mereka mengunggah file batch kedua ke forum Dark Web pada Kamis (10/11/2022). File itu berisi informasi yang lebih detail dan sensitif ratusan nasabah Medibank.

Dalam pengungkapan data prtama, para pelaku membocorkan data nasabah terkait dengan penyalahgunaan narkoba, infeksi penyakit menular seksual, serta pengguran kandungan.

“Menambahkan satu lagi file aborsi.csv. Masyarakat bertanya kepada kami tentang uang tebusan, itu 10 juta dolar AS. Kita bisa beri diskon... 1 dolar=1 pelanggan,” tulis pelaku di forum Dark Web, sebagaimana dikutip dari AFP.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda