Hadiah Nobel Naik Jadi Rp16,56 Miliar Tahun Ini

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 24 September 2020 - 16:27 WIB
Hadiah Nobel Naik Jadi Rp16,56 Miliar Tahun Ini

Hadiah Nobel (ilustrasi). (Foto: AP)

STOCKHOLM, iNews.id – Amplop uang tunai yang menyertai setiap hadiah Nobel akan dinaikkan dari 9 juta menjadi 10 juta krona Swedia (sekira Rp16,56 miliar) pada tahun ini. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Yayasan Nobel, hari ini.

“Upaya yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat posisi keuangan Yayasan Nobel, telah memungkinkan yayasan ini untuk meningkatkan jumlah hadiah (bagi pemenang Nobel),” ungkap Yayasan Nobel dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Kamis (24/9/2020).

Hadiah Nobel tahun ini di bidang kedokteran, fisika, kimia, sastra, perdamaian, dan ekonomi akan diumumkan sebelum 5 Oktober. Jumlah hadiah tersebut sempat dikurangi dari 10 juta menjadi 8 juta krona Swedia pada 2011, ketika yayasan penyelenggara penghargaan bergengsi itu meluncurkan program untuk memperkuat keuangannya.

Sejak awal 2012, modal investasi yayasan telah meningkat dari yang tadinya di bawah 3 miliar menjadi 4,6 miliar krona. Sementara, labanya mendekati 9 persen per tahun berkat kinerja pasar yang secara umum dalam kondisi baik dan juga hasil manajemen yang baik dari aset yayasan.

Sesuai namanya, hadiah Nobel pertama kali dicetuskan oleh Alfred Nobel, seorang ilmuwan yang meraup banyak uang dari penjualan dinamit hasil penemuannya pada 1866. Sebelum meninggal dunia, Nobel membuat surat wasiat pada 1895.

Dalam surat wasiat itu, dia menyatakan agar sebagian besar tanah miliknya—yang ketika itu bernilai sekitar 31,5 juta krona, dan hari ini setara dengan 2,2 miliar krona Swedia (Rp 3,64 triliun)—diinvestasikan untuk mendanai hadiah bagi para ilmuwan yang dinilai berjasa bagi peradaban manusia.

Yayasan Nobel sebelumnya mengumumkan, upacara penyerahan penghargaan dan perjamuan tradisional bagi para pemenang Nobel—yang sedianya digelar di Stockholm, Swedia—tahun ini terpaksa dibatalkan karena pandemi virus corona (Covid-19). Sebagai gantinya, panitia mengadakan acara di televisi saja dan para pemenang menerima hadiah mereka di negara asal masing-masing.

Sementara, upacara penyerahan penghargaan perdamaian di Oslo, Norwegia, akan tetap berlangsung meski dalam versi skala kecil. Namun, perjamuan tradisional dalam upacara itu ditiadakan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil