Hamas Beberkan Perubahan Syarat Gencatan Senjata dengan Israel, Apa Saja?
DOHA, iNews.id - Hamas menepis pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken terkait proposal gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina. Seorang pemimpin senior Hamas mengatakan kepada Reuters, Kamis (13/6/2024), kelompoknya memang mengusulkan perubahan pada proposal usulan Presiden AS Joe Biden tersebut, tapi tidak signifikan.
Poin-poin yang diusulkan Hamas juga telah sering disampaikan pada kesempatan negosiasi sebelumnya, seperti penghentian perang secara permanen dan penarikan seluruh pasukan Israel dari Gaza.
Selain itu Hamas juga menunut agar diberi hak menentukan sendiri 100 warga Palestina yang dijatuhi hukuman jangka panjang untuk dibebaskan. Pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina juga masuk dalam syarat gencatan senjata.
Hamas keberatan karena Israel tak memberi kesempatan Hamas untuk memilih 100 orang yang menjalani hukuman berat tersebut untuk dibebaskan.
Hamas Sambut Baik Resolusi PBB soal Gencatan Senjata di Gaza, Siap Bekerja Sama
Kelompok perlawanan Palestina yang berkuasa di Gaza itu juga keberatan dengan syarat tahanan yang bisa dibebaskan. Israel memberi syarat para tahanan Palestina yang bisa dibebaskan tinggal menjalani masa hukuman di bawah 15 tahun.
“Tidak ada perubahan signifikan yang, menurut pimpinan Hamas, memerlukan penolakan,” kata pemimpin Hamas yang meminta identitasnya tak dipublikasikan itu.
Hamas Desak AS Paksa Israel Hentikan Serangan di Gaza
Menlu Blinken mengatakan pada Rabu kemarin mengatakan Hamas mengusulkan banyak perubahan terhadap proposal AS, beberapa di antaranya tidak mungkin dipenuhi.
Meski demikian AS dan negara mediator lain bertekad untuk menutupi kesenjangan tersebut, termasuk dengan Israel.
Editor: Anton Suhartono