Hampir 33.000 Warga Gaza Gugur akibat Serangan Zionis sejak 7 Oktober
GAZA, iNews.id – Korban tewas akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu kini nyaris mencapai 33.000 jiwa. Sementara itu lebih dari 75.500 orang lainnya terluka di wilayah kantong Palestina itu.
“Setidaknya 32.975 warga Palestina telah gugur dan 75.577 lainnya terluka dalam serangan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober,” ungkap Kementerian Kesehatan Gaza dalam sebuah pernyataan pada Rabu (3/4/2024).
Menurut kementerian itu, sedikitnya 59 warga Palestina tewas dan 83 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir.
Pemimpin gerakan pejuang Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan, pihaknya tetap berpegang teguh pada persyaratan yang telah mereka kemukakan untuk gencatan senjata di Gaza dalam negosiasi dengan Israel. Salah satu persyaratan tersebut adalah penarikan militer Israel seluruhnya dari wilayah Palestina itu.
“Kami berkomitmen terhadap tuntutan kami, yaitu gencatan senjata permanen, penarikan musuh secara komprehensif dan menyeluruh dari Jalur Gaza, pemulangan semua pengungsi ke rumah mereka, dan mengizinkan semua bantuan yang diperlukan bagi rakyat kami di Gaza,” kata Haniyeh dalam pidato yang disiarkan televisi untuk memperingati Hari al-Quds (Yerusalem), Rabu.
“(Juga) membangun kembali Jalur Gaza, mencabut bantuan yang diperlukan bagi rakyat kami di Gaza, membangun kembali Jalur Gaza, mencabut blokade, dan mencapai kesepakatan pertukaran tahanan yang terhormat,” ujarnya.
Pertukaran yang dia maksud adalah pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel dengan imbalan pembebasan para tawanan Israel yang ditahan oleh para pejuang Hamas di Gaza sejak 7 Oktober.
Sementara Israel menyatakan, pihaknya hanya tertarik pada gencatan senjata sementara untuk membebaskan tawanan. Namun Hamas mengatakan, pihaknya akan membiarkan para tawanan itu pulang jika tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkeras akan mendorong invasi militer zionis ke Kota Rafah di ujung selatan Jalur Gaza, tempat 1,5 juta rakyat Palestina mencari perlindungan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil