Hampir 80 Narapidana Kelas Kakap Kabur dari Penjara Paraguay

Nathania Riris Michico ยท Senin, 20 Januari 2020 - 08:46:00 WIB
Hampir 80 Narapidana Kelas Kakap Kabur dari Penjara Paraguay
Foto yang dirilis TV ABC Paraguay menunjukkan pasukan bersenjata mengambil posisi menyusul pelarian 76 tahanan dari penjara di Pedro Juan Caballero, 500 kilometer timur laut Asuncion. (FOTO: AFP / ABC TV)

ASUNCION, iNews.id - Hampir 80 tahanan (napi) melarikan diri pada Minggu (19/1/2020) dari sebuah penjara Paraguay di dekat perbatasan dengan Brasil. Banyak dari para napi itu adalah anggota geng narkoba dan pedagang senjata besar Brasil yang dianggap sangat berbahaya.

Para tahanan, baik warga Brasil maupun Paraguay, melarikan diri melalui sebuah terowongan yang mereka gali dari penjara di kota perbatasan Pedro Juan Caballero.

"Orang-orang terbaik kita telah pergi ke perbatasan untuk mencoba menangkap kembali para tahanan," kata juru bicara kepolisian, Elena Andrada, seperti dilaporkan AFP, Senin (20/1/2020).

Jumlah napi yang kabur 76 orang, termasuk 40 warga Brasil dan 36 Paraguay.

Menteri Kehakiman Cecilia Perez marah dan mengeluarkan kecaman; serta menyebut dibutuhkan waktu beberapa pekan bagi para tahanan untuk membangun terowongan itu.

"Jelas bahwa staf tidak tahu apa-apa dan tidak melakukan apa-apa."

Sipir penjara dipecat dan puluhan penjaga ditangkap.

Sebagian besar yang kabur adalah anggota geng kriminal yang dikenal sebagai First Capital Command, salah satu geng paling kuat di Brasil.

Andrada mengatakan, lima mobil van yang digunakan dalam pelarian itu ditemukan di Ponta Pora, sebuah kota Brasil yang tak jauh dari Pedro Juan Caballero.

Pedro Juan Caballero terletak sekitar 500 kilometer timur laut ibu kota Asuncion.

Perez menyuarakan kecurigaan kuat bahwa para pejabat terlibat dalam pelarian itu.

"Mereka yang melarikan diri sangat berbahaya."

Para buron itu termasuk orang-orang yang ambil bagian dalam pembantaian Juni lalu di penjara San Pedro, kata Andrada.

Dia mengatakan, "Mereka (para tahanan) menggali terowongan seperti yang kita lihat di film, lengkap dengan pencahayaan internal."

Terowongan itu berawal dari kamar mandi penjara, menurut Andrada, dan hanya berjarak 25 meter antara terowongan dan pos jaga terdekat.

Penyelidik juga menemukan ratusan karung pasir.

Sementara itu, Brasil bergerak memperketat keamanan di daerah perbatasan terdekat untuk membantu menangkap kembali para napi.

Departemen Operasi Perbatasan (DOF), Polisi Jalan Tol Militer (PRE), dan pasukan keamanan lainnya yang didukung oleh helikopter sudah dikerahkan.

Menteri Dalam Negeri Paraguay Euclides Acevedo mengatakan staf operasi khusus kepolisian sedang menyisir area pelarian, didukung oleh helikopter.

Editor : Nathania Riris Michico