Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Akhirnya Akui Persediaan Amunisi AS Menipis gegara Lawan Iran: Perang Segera Berakhir!
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Buntut Rencana Iran Perketat Selat Hormuz

Jumat, 07 Agustus 2026 - 14:53:00 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Buntut Rencana Iran Perketat Selat Hormuz
Harga minyak dunia kembali meningkat pada perdagangan, Jumat (7/8/2026), usai Iran menerbitkan rancangan rencana pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Harga minyak dunia kembali meningkat pada perdagangan Jumat (7/8/2026) di tengah kekhawatiran gangguan pasokan. Hal ini terjadi usai Iran menerbitkan rancangan rencana pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Melansir CNBC, harga minyak mentahBrent untuk pengiriman Oktober, yang menjadi acuan internasional, naik 1,25 persen menjadi 83,52 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman September menguat 1,10 persen menjadi 78,14 dolar AS per barel.

"Kenaikan harga minyak menunjukkan bahwa tekanan inflasi tambahan akibat energi dan situasi di Timur Tengah tidak dapat diabaikan, sehingga mendorong dolar AS menguat dan harga obligasi pemerintah turun," kata Westpac dalam sebuah catatan.

Berdasarkan rancangan yang disebut diterbitkan Iran, negara tersebut akan melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz. Selain itu, negara lain yang dianggap telah merugikan Iran juga tidak akan diizinkan melintas hingga membayar kompensasi, menurut rancangan tersebut.

Iran dan Oman dilaporkan tengah mengupayakan kesepakatan untuk menentukan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang diumumkan secara resmi.

Menurut laporan media, kapal yang masuk ke kawasan tersebut nantinya akan melewati perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar akan menggunakan perairan Oman.

Perbedaan pernyataan mengenai komunikasi bilateral antara AS dan Iran juga membuat perkembangan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin tidak jelas.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa konflik dengan Iran akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, Teheran menuduh Trump melakukan diplomasi teatrikal.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut