Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Insiden saling serang ini menjadi pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata sejak mulai berlaku pada April lalu.
Eskalasi terbaru tersebut kembali memicu kekhawatiran terkait potensi gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menangani sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya akan meminta Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran atas serangan rudal tersebut.
Harga minyak sempat turun tajam pada akhir pekan lalu karena muncul harapan meredanya ketegangan. Minyak Brent ditutup di kisaran 93 dolar AS per barel, sedangkan WTI berada di sekitar 90,54 dolar AS per barel pada Jumat lalu.
Dari sisi pasokan, kelompok OPEC+ menyepakati kenaikan kuota produksi minyak untuk Juli sebesar 188.000 barel per hari. Langkah ini melanjutkan kebijakan pengurangan bertahap atas pemangkasan produksi sukarela yang sebelumnya diterapkan.
Meski demikian, hambatan ekspor dari kawasan Teluk Persia telah membuat sebagian besar produsen belum dapat merealisasikan tambahan produksi tersebut secara optimal.
Editor: Aditya Pratama