Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 112,81 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Mendidih di Tengah Memanasnya Konflik Houthi-Arab Saudi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03:00 WIB
Harga Minyak Dunia Mendidih di Tengah Memanasnya Konflik Houthi-Arab Saudi
Harga minyak dunia naik di tengah eskalasi konflik Houthi-Arab Saudi dan ketegangan AS-Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (14/10/2026) di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Salah satunya terkait konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Melansir CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 0,61 persen menjadi 106,33 dolar AS per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman November menguat 0,63 persen menjadi 94,73 dolar AS per barel.

Pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman terus meningkat setelah serangan mematikan yang dilancarkan kelompok tersebut terhadap bandara utama Riyadh. 

Menurut Al Jazeera, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap terminal energi dan cadangan bahan bakar milik Houthi di Yaman. Juru bicara koalisi menyatakan langkah pencegahan telah dilakukan untuk menghindari dampak serangan terhadap warga sipil.

Di sisi lain, ketegangan antara AS dan Iran juga belum mereda. Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah pernyataan komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran yang mengklaim Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran dan mengancam akan menenggelamkan kapal perang AS yang mendekat.

CENTCOM juga menegaskan bahwa pasukan AS bersama mitra regionalnya mengendalikan Selat Hormuz.

"Komandan angkatan laut IRGC tidak memiliki angkatan laut," tulis CENTCOM dalam unggahan di platform X. 

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Ketegangan di kawasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak dunia.

Sementara itu, pengelola dana lindung nilai sekaligus pedagang komoditas Paul Tudor Jones memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik 20-25 dolar AS per barel akibat konflik AS dengan Iran.

Dia menambahkan, jika ada langkah untuk meredakan situasi, hal itu semestinya sudah dilakukan sebelum pemilihan paruh waktu di AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut