Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia, Siapa Nomor 1?
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:55:00 WIB
Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker
Harga minyak dunia turun lebih dari 1 persen saat investor menimbang risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz dan rencana pelonggaran sanksi AS. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia turun lebih dari 1 persen pada perdagangan awal Kamis (15/10/2026). Investor menimbang risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dengan upaya Amerika Serikat (AS) menekan biaya pengiriman minyak melalui kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap kapal tertentu.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,39 dolar AS atau 1,31 persen menjadi 104,67 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,02 dolar AS atau 1,07 persen menjadi 94,07 dolar AS per barel.

Pada sesi sebelumnya, harga WTI sempat mencapai level tertinggi dalam tiga pekan. Kenaikan itu terjadi setelah kelompok Houthi menyerang kantor pusat Saudi Aramco dan Iran menyatakan akan menggunakan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz serta mempertahankan harga minyak tetap tinggi.

Serangan di sekitar jalur perairan strategis itu meningkat selama 10 hari terakhir. Iran menyatakan akan meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade AS di pelabuhan-pelabuhannya dan sanksi lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.

Perang Iran telah mengganggu pelayaran dan mendorong biaya angkutan mencapai rekor tertinggi. Untuk meredakan tekanan harga, pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal-kapal yang dikenal sebagai shadow fleet.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut