Hasil Penelitian Mengungkap Virus Corona Menular Lebih Cepat di Rumah Tangga
BEIJING, iNews.id - Tidak ada tempat yang aman dari virus corona, bahkan di rumah. Hasil penelitian terbaru di China mengungkap, virus corona bisa menular dua kali lebih lebih cepat dibandingkan sindrom pernapasan akut SARS di rumah tangga.
Hasil pemodelan juga mengungkap, sejumlah besar penularan terjadi sebelum pembawa Covid-19 mengalami gejala, seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/6/2020).
Para peneliti yang berasal dari China serta Amerika Serikat (AS) mengambil data dari 350 pasien Covid-19 di Kota Guangzhou serta hampir 2.000 orang yang menjalin kontak dekat dengan mereka. Pengambilan data utama dilakukan pada Februari hingga Maret 2020 dan terus diperbarui sehingga mencerminkan hasil kekinian.
Disebutkan, nilai rata-rata pembawa berpeluang menulari seseorang yang tidak tinggal serumah sebesar 2,4 persen. Namun angka tersebut melonjak menjadi 17,1 persen, atau 1 banding 6, pada penularan terhadap orang yang tinggal seatap.
Penelitian: Covid-19 Menyebar di Wuhan sejak Agustus 2019
Secara usia, kelompok di atas 60 tahun lebih rentan tertular dibandingkan mereka yang berumur di bawah 20 tahun.
Fakta lain mengungkap, peluang pembawa Covid-19 menginfeksi anggota keluarga dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan SARS dan tiga kali lebih tinggi daripada MERS.
AS Tuduh China Berusaha Curi Data Penelitian Vaksin Virus Corona melalui Hacker
Selain itu, kemungkinan pembawa Covid-19 menularkan penyakit kepada anggota keluarga sebelum mengalami gejala lebih tinggi 39 persen ketimbang setelah menunjukkan gejala.
Ini menunjukkan bahwa virus corona mudah menular di masa inkubasi, bahkan di saat pembawa tak menyadari dirinya terinfeksi.
Tim peneliti juga menyebutkan isolasi di rumah mampu memangkas 20-50 persen jumlah kasus Covid-19 dibandingkan dengan tidak.
"Meskipun efek isolasi tampaknya menengah, tingginya infektivitas virus selama masa inkubasi menunjukkan karantina kontak tanpa gejala dapat mencegah penularan selanjutnya," kata Qin Long Jing, peneliti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Guangzhou.
Sementara itu peneliti dari Yale School of Public Health, Virginia Pitzer, mengomentari penelitian tersebut dengan mengatakan, perbedaan utama antara Covid-19 dengan jenis virus corona lainnya adalah potensi penularan yang jauh lebih tinggi di masa inkubasi.
Dia menekankan pentingnya upaya mencegah penularan sebelum pembawa mengalami gejala serta menjaga hubungan antara kalangan lanjut usia dengan kelompok rentan lainnya.
Editor: Anton Suhartono