Heboh, 2 Bayi di India Diberi Nama Lockdown dan Corona

Anton Suhartono ยท Kamis, 02 April 2020 - 14:43 WIB
Heboh, 2 Bayi di India Diberi Nama Lockdown dan Corona

Dua bayi di India diberi nama Lockdown dan Corona (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Umumnya orangtua memberi nama anak sebagai harapan atau doa dengan tujuan suatu saat kelak bisa menjadi sosok seperti yang diinginkan.

Di India, dua bayi yang lahir di waktu dan tempat terpisah diberi nama Lockdown dan Corona.

Penamaan itu sesuai dengan kondisi yang terjadi di India dan dunia saat ini di tengah pandemi virus corona.

Ironisnya, orangtua memberi nama anak laki-lakinya dengan Lockdown meskipun warga di lingkungan sama sekali tak menginginkan lockdown sehingga menimbulkan kehebohan. Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan lockdown total di seluruh negeri sejak bulan lalu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bayi laki-laki tersebut lahir pada Senin (30/3/2020) di Khukhundu, Distrik Deoria.

“Dia lahir saat lockdown. Kami mengapresiasi upaya Perdana Menteri Narendra Modi untuk melakukan lockdown dan menyelamatkan warga dari pandemi virus corona. Lockdown merupakan kepentingan nasional, jadi kami memutuskan memberi nama anak itu,” kata ayah bayi, Pawan, dikutip dari KT, Kamis (2/4/2020).

Pawan menegaskan, keluarganya mendukung lockdown dan meminta kerabat untuk tidak datang memberikan selamat sampai keputusan itu dicabut.

“Kami bahkan menunda perayaan dan ritual bagi bayi ini sampai lockdown dihentikan,” ujarnya.

Pekan lalu seorang bayi perempuan yang lahir di Sahgoura, Gorakhpur, diberi nama oleh pamannya dengan Corona.

Sang paman, Nitesh Tripathi, mengatakan, dia memutuskan memberi nama tersebut karena wabah corona telah membut dunia menjadi bersatu.

Tak pelak pemberian nama itu menjadi buah bibir warga kota yang heran mengapa keluarga menyematkan nama virus pada sang anak.

Menurut Tripathi, dia sudah mendapat izin dari Ragini, ibu sang bayi, untuk memberikan nama tersebut.

“Virus ini memang tak diragukan lagi bahayanya dan telah membunuh banyak orang di dunia. Namun virus ini juga telah menciptakan kebiasaan baik menjadi bagi kami dan membuat dunia menjadi lebih dekat,” katanya.

Editor : Anton Suhartono