Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Buka Peluang Mobil China Masuk Amerika, Syaratnya Produksi di AS
Advertisement . Scroll to see content

Heboh! China Dilaporkan Bantu Iran Serang Pangkalan AS di Yordania, Begini Respons Trump

Selasa, 15 September 2026 - 03:04:00 WIB
Heboh! China Dilaporkan Bantu Iran Serang Pangkalan AS di Yordania, Begini Respons Trump
Donald Trump menepis laporan media massa bahwa Iran mendapat bantuan dari China untuk menyerang pangkalan militer AS di Yordania (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatDonald Trump menepis laporan media massa bahwa Iran mendapat bantuan dari China untuk menyerang pangkalan militer AS di Yordania. Serangan pada Juli lalu tersebut menewaskan tiga tentara AS.

Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip keterangan seorang sumber pejabat AS, melaporkan Iran mendapat gambar satelit milik entitas China sehingga mengetahui kondisi pangkalan militer di Yordania. 

Mengometari pertanyaan wartawan apakah dia akan membahas isu ini dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan keduanya pada pekan depan, Trump tidak menjawabnya secara langsung. Dia mengatakan AS dan China sama-sama saling mengintai.

"Pada dasarnya, mereka melakukan apa yang kita lakukan," ujarnya, kepada para wartawan, dikutip Selasa (15/9/2026).

"Ketika orang-orang bilang China memata-matai kita, saya sampaikan 'Anda benar', dan kita juga memata-matai mereka," katanya, lagi.

Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di Washington pada 24 September, meski China belum secara resmi mengonfirmasi pertemuan tersebut.

Trump juga menegaskan kembali bahwa dia memiliki hubungan baik dengan Xi.

"Menurut saya, sikapnya cukup baik, dan sikap kita juga cukup baik," kata Trump.

Sebelumnya WSJ melaporkan, sumber-sumber pejabat AS menolak mengungkap identitas perusahaan China yang memberikan gambar satelit pangkalan militer di Yordania kepada Iran. Mereka juga tidak menuding keterlibatan langsung dari China di balik serangan tersebut.

Setidaknya 18 personel militer AS selama perang terbaru melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut