Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS
Advertisement . Scroll to see content

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

Minggu, 07 Juni 2026 - 08:16:00 WIB
Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran
Laporan intelijen AS baru-baru memicu kekhawatiran tentang meningkatnya ancaman spionase oleh Israel (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) baru-baru memicu kekhawatiran tentang meningkatnya ancaman spionase oleh Israel. Peringatan ini muncul di tengah semakin intensifnya proses negosiasi damai antara AS dengan Iran.

Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip keterangan beberapa sumber pejabat AS, melaporkan ada peningkatan spionase oleh Israel yang mengkhawatirkan. Israel mengawasi beberapa pejabat senior AS, termasuk utusan Presiden Donald Trump Steve Witkoff, kepala kebijakan Pentagon Elbridge A Colby, serta wakilnya Michael P DiMino IV.

Kedua negara sebenarnya sudah saling mengetahui dan menoleransi spionase timbal balik, namun para pejabat itu menyebut perkembangan yang terjadi belakangan ini semakin mengkhawatirkan.

Laporan terpisah Badan Intelijen Pertahanan (DIA) bahkan menaikkan tingkat ancaman kontraintelijen Israel dari "tinggi" menjadi "kritis". Ini terkait upaya Israel memata-matai personel militer AS dan pejabat pemerintah.

Kekhawatiran ini bahkan muncul di tengah meningkatnya kerja sama militer antara kedua negara terkait perang melawan Iran, yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Meski AS berbagi informasi intelijen taktis dan operasional kepada Israel, para pejabat yakin Israel sedang mencari wawasan lebih dalam mengenai strategi negosiasi Trump dan sikap yang berkembang dalam perundingan tersebut.

Peringatan intelijen itu bisa mempersulit integrasi militer lebih lanjut jika Departemen Pertahanan (Pentagon) mengambil langkah drastis dengan membatasi pertukaran informasi dengan perwira Israel.

Ketegangan antara AS dan Israel meningkat setelah Trump mengubah pendekatannya terhadap Iran, yakni dengan mempriorotaskan diplomasi. Di lain pihak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya ingin melemahkan Iran, pemerintahnya, serta sekutu regional seperti Hizbullah, dengan pendekatan militer.

Laporan DIA tersebut menyusul insiden di mana personel pertahanan AS di Israel menemukan perangkat lunak yang dipasang secara diam-diam di ponsel mereka yang berfungsi untuk membocorkan komunikasi.

Pentagon menolak berkomentar mengenai insiden tersebut, seorang pejabat Gedung Putih juga membanah tuduhan itu dengan menyebut klaim tersebut tidak benar. Pemerintah Israel juga membantah memata-matai pejabat atau entitas AS.

Para pejabat AS saat ini serta mantan pejabat menegaskan, Israel telah lama melakukan operasi intelijen agresif terhadap sekutu dan musuh. Israel saat ini memberikan kekhawatiran kontraintelijen lebih besar daripada sekutu AS lainnya, bahkan beberapa musuh. 

Seorang pejabat senior juga menggambarkan upaya pengumpulan intelijen Israel selama pemerintahan kedua Trump sebagai tidak terkendali.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut