Heboh, Ribuan Burung Gagak Mati Berjatuhan dari Langit
MOSKOW, iNews.id - Ribuan burung gagak hitam mati dan berjatuhan dari langit di Rusia. Pertistiwa itu membuat heboh warga Ust Tarksk, Novosibirsk, karena terjadi di hadapan mereka.
Menurut penduduk setempat, daerah mereka dipenuhi bangkai gagak menimbulkan kekhawatiran adanya wabah atau penyebab lainnya.
Dokter kepala di departemen kedokteran hewan Ust Tarksk Sergei Kuzlyakin mengatakan penyelidikan telah dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian massal burung tersebut.
Anehnya, kata dia, burung dan hewan lainnya di daerah itu tak mati, melainkan hanya gagak yang di Rusia spesiesnya berjumlah ratusan.
"Saya telah bekerja sebagai dokter sejak 1975 dan ini merupakan pertama kali melihat ini. Saya terkejut," kata Kuzlyakin, kepada media lokal, seperti dilaporkan kembali The Sun, Selasa (28/9/2021).
Beberapa bangkai dibawa ke laboratorium untuk diselidiki, sedangkan sisanya dibakar.
"Ada ratusan burung yang mati setiap hari," katanya.
Peristiwa kematian burung secara massal dengan berjatuhan dari langit seperti hujan biasa disebut 'aflockalypse'.
Pada 10 tahun lalu ribuan burung juga berjatuhan dari langit Arkansas, Amerika Serikat, serta 100.000 ikan ditemukan mati di sungai dekatnya.
Setelah kejadian itu muncul pemberitaan di wilayah lain seperti burung perkutut mati massal di Italia, gagak di Swedia, kepiting di pantai Kent, serta jutaan ekor ikan di Teluk Chesapeake, Maryland, serta sejumlah besar ikan sarden di dekat Los Angeles.
Para blogger berspekulasi mengenai kejadian ini, beberapa menyebutnya kiamat bagi hewan.
Sementara itu hasil penelitian pemerintah AS mengungkap beberapa kemungkinan, yakni pergeseran kutub magnet dan penyakit disebabkan efek racun dari aktivitas manusia.
Editor: Anton Suhartono