Heboh Soal Ujian 'Zakir Naik' di Kampus Malaysia
KUALA LUMPUR, iNews.id - Publik Malaysia dihebohkan dengan soal ujian di Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) yang menjadi viral, yakni terkait ulama Zakir Naik.
Zakir menjadi sorotan di Malaysia sejak Agustus 2019 terkait ceramahnya yang menyinggung kelompok Hindu India dan etnis China.
Soal tersebut menjadi kontroversi di kalangan warganet Malaysia karena menyebut Zakir sebagai ikon dunia Islam. Pertanyaan dibuat dalam bentuk pilihan ganda dan mahasiswa bisa memilih lebih dari satu jawaban.
"Zakir Naik merupakan salah satu ikon dunia Islam, dia sangat aktif dalam menyebarkan Islam sesungguhnya dan mengikuti Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Dia mampu bernalar dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Namun, di Malaysia, dia tidak lagi diizinkan untuk menyampaikan ceramah. Menurut Anda, sebagai orang Malaysia, mengapa ini terjadi?"
Jawaban yang diberikan adalah, (1) Warga Malaysia tidak perlu repot mendapat informasi terbaru, (2) Warga Malaysia terlalu sensitif dan merasa terancam tanpa alasan, 3) Warga Malaysia hanya mengikuti keributan tanpa memverifikasi informasinya, atau 4) Orang Malaysia tidak memahami agama mereka.
Mencermati kehebohan ini, Departemen Pendidikan Tinggi menegaskan tidak akan mencampuri soal-soal ujian universitas negeri karena menghargai otonomi dengan akuntabilitas mereka.
Departemen menyatakan, sebenarnya di dalam materi ujian itu ada pertanyaan lain yang mungkin kontroversial, seperti terkait lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT). Namun departemen tetap pada pendirian yakni menghargai kebebasan setiap kampus negeri dalam membuat soal.
“Kami tidak akan ikut campur dalam pelaksanaan program akademik karena kami memegang konsep otonomi dengan akuntabilitas. Lewat hal ini, universitas bertanggung jawab sendiri kepada semua pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa dan masyarakat," kata departemen, dikutip dari The Star, Senin (30/12/2019).
Dilanjutkan, setiap kampus memiliki sistem jaminan kualitas internal dan eksternal.
"Komite akademik dari setiap universitas bertanggung jawab atas standar akademik mereka," demikian isi pernyataan.
UniMAP, lanjut departemen, diharapkan memberikan klarifikasi ke publik mengenai masalah ini.
Pertanyaan tersebut diyakini terkait dengan kuliah Hubungan Etnis, sementara ujian diadakan pada Minggu (29/12/2019).
Editor: Anton Suhartono