Heboh! Suntikan Berkali-kali Gagal Eksekusi Mati Napi di AS, Pejabat Mundur
NASHVILLE, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dihebohkan dengan gagalnya eksekusi mati terhadap seorang terpidana di Nashville, Tennessee. Meski telah berkali-kali disuntik, napi kasus pembunuhan Christa Pike tak kunjung meninggal dunia.
Sang napi kini terbaring tak sadarkan diri alias koma akibat dampak dari suntikan tersebut.
Kepala Departemen Pemasyarakatan Tennessee Frank Strada mengumumkan mundur setelah peristiwa tersebut.
Pengacara Pike mengatakan, eksekusi yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) itu membuat kliennya menderita sakit parah. Dia menjalani intubasi serta mendapat bantuan ventilator mekanis untuk bernapas.
Para dokter berupaya menyelamatkan nyawa Pike dan membersihkan obat pentobarbital dari tubuhnya.
Dia juga menuduh para pejabat Departemen Lembaga Pemasyarakatan Nashville mengabaikan peringatan dari dokter kliennya. Pembuluh darah Pike yang kecil serta kelainan darah trombositosis bisa menyebabkan pemasangan jalur intravena sangat sulit.
Ini merupakan kasus kegagalan eksekusi kedua di Tennessee sepanjang 2026. Akibat kejadian yang menimpa Pike, Gubernur Tennessee Bill Lee menghentikan pelaksanaan hukuman mati untuk sisa tahun ini.
Lee mengatakan Strada mengundurkan diri sebagai Kepala Departemen Pemasyarakatan mulai bulan ini.
“Komisaris Strada telah memimpin dengan integritas, dan saya menghormati keputusannya untuk mengutamakan kepentingan warga Tennessee selama masa sulit ini,” kata Lee, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/10/2026).
Dia juga memerintahkan evaluasi independen atas upaya eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan Keamanan Maksimum Riverbend di Nashville, tempat Pike menjalani hukumannya.
Sementara itu Strada menegaskan para petugas lembaganya telah mengikuti standar protokol yang sesuai untuk melakukan eksekusi. Meski demikian mengundurkan diri merupakan jalan terbaik demi kepentingan warga Tennessee.
Pike telah menjalani hukuman penjara selama 30 tahun atas kasus pembunuhan tingkat pertama. Dia terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan Colleen Slemmer (19) pada 1995. Saat itu Pike berusia 18 tahun.
Editor: Anton Suhartono