Hidupkan Sektor Pariwisata, Inggris Hapus Aturan Karantina bagi Wisatawan dari 75 Negara

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 19:36 WIB
Hidupkan Sektor Pariwisata, Inggris Hapus Aturan Karantina bagi Wisatawan dari 75 Negara

Pemerintah Inggris akan menghapus aturan karantina bagi wisatawan dari 75 negara di dunia (foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Pemerintah Inggris mulai melonggarkan lalu lintas udara bagi wisatawan domestik maupun internasional, serta meniadakan aturan karantina bagi wisatawan dari 75 negara di dunia.

Daily Telegraph melaporkan Pemerintah Inggris dalam waktu dekat akan menghapuskan larangan perjalanan non-khusus, termasuk liburan dan keperluan diluar pekerjaan, ke seluruh destinasi di wilayah Uni Eropa.

Selain tujuan di benua Eropa, Pemerintah Inggris juga segera menginzinkan wisatawan berkunjung ke sejumlah negara dalam teritori Inggris antara lain Bermuda dan Gibraltar, Turki, Thailand, Australia dan Selandia Baru.

Pemerintah Inggris pada Jumat (27/6/2020) lalu menyatakan menghapus aturan karantina selama 14 hari bagi pendatang berasal dari negara-negara yang diklaim 'aman' seperti Prancis, Yunani dan Spanyol. Nantinya, aturan ini akan diberlakukan lebih luas kepada wisatawan dari 75 negara di dunia.

Simon Clarke, Menteri Urusan Perumahan, Komunitas dan Pemerintahan Daerah, menjelaskan kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah memulihkan sektor pariwisata.

Saat pemerintah Inggris memberlakukan aturan lockdown (pembatasan wilayah) sejak Maret hingga awal Juni lalu, pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Namun demikian, Simon belum bisa memastikan kapan kebijakan tersebut bisa diterapkan secara resmi. Sebab, sampai saat ini pemerintah masih menyiapkan sejumlah aturan pendukung serta mengamati kurva penularan Covid-19 di Inggris.

"Kami akan mengumumkan kebijakan ini sesegera mungkin setelah kondisinya aman. Kamiakan membicarakannya lebih jauh pekan ini," kata Simon.

"Jelas, kami ingin sektor pariwisata kembali berjalan secepatnya dan saya percaya itu akan memberikan berita baik di hari kedepan," ucapnya.

Editor : Arif Budiwinarto