Hotel Karantina Virus Korona Ambruk di China Ternyata Ilegal, Korban Tewas Jadi 26

Anton Suhartono ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 11:04 WIB
Hotel Karantina Virus Korona Ambruk di China Ternyata Ilegal, Korban Tewas Jadi 26

Hotel yang digunakan sebagai fasilitas karantina virus korona ambruk di Quanzhou, China (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Jumlah korban tewas ambruknya Hotel Xinjia di Kota Quanzhou, China, yang digunakan sebagai tempat karantina virus korona, bertambah menjadi 26 orang hingga Rabu (11/3/2020).

Diperkirakan tiga orang masih terjebak dalam reruntuhan. Kecil kemungkinan mereka ditemukan dalam kondisi selamat, meski ada beberapa orang diselamatkan setelah 3 hari terjebak.

Tim SAR mengevakuasi beberapa korban tewas dari reruntuhan bangunan ambruk pada Selasa dan Rabu. Korban tewas terbaru lainnya merupakan orang yang sudah dievakuasi dan dirawat terlebih dulu karena mengalami luka parah, namun nyawa mereka tak tertolong.

Kementerian Manajemen Darurat China menyatakan, hasil penyelidikan mengungkap bangunan hotel yang terdiri dari tujuh lantai tak berizin atau ilegal.

"(Hotel) Dibangun secara ilegal dan telah berulang kali melanggar aturan," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari AFP.

Hotel Xinjia ambruk pada Sabtu (7/3/2020) malam menimbun lebih dari 70 orang di dalamnya. Sebagian besar merupakan warga Quangzhou yang menjalani karantina karena pernah menjalin kontak dengan penderita virus korona atau Covid-19.

Namun Quanzhoun Evening Post melaporkan, hasil tes virus korona kepada mereka menunjukkan hasil negatif.

Rekaman CCTV menunjukkan hotel ambruk hanya dalam hitungan detik. Bagian depan bangunan hotel runtuh sampai ke tanah.

Hotel dengan 80 kamar itu mulai beroperasi pada 2018 dan usia bangunan tergolong baru, pembangunannya rampung pada 2013.

Penyelidik memanggil pemilik hotel untuk dimintai keterangan dan memastikan struktur hotel dibangun tanpa persetujuan otoritas terkait.

Masalah pada struktur bangunan sebenarnya sudah diketahui pekerja konstruksi beberapa menit sebelum kejadian. Mereka melaporkan kepada pemilik hotel bahwa beberapa pilar bangunan rapuh.

Editor : Anton Suhartono