Houthi Klaim Serang Saudi dengan Puluhan Rudal Balistik dan Drone, Incar Pangkalan Militer
DUBAI, iNews.id - Pemberontak Houthi Yaman mengklaim telah menyerang beberapa titik di Arab Saudi dengan puluhan rudal balistik serta drone berbahan peledak. Titik penyerangan di antaranya pangkalan militer serta fasilitas minyak Aramco.
Seorang juru bicara Houthi mengatakan di stasiun televisi Massira TV, serangan mengerahkan beberapa rudal balistik serta 25 drone. Enam drone berbahan peledak di antaranya diarahkan ke kompleks Aramco di Jeddah serta Pangkalan Udara King Fahad di Taif. Dia juga mengklaim situs militer di Riyadh dan bandara juga menjadi sasaran.
Sementara itu pasukan koalisi pimpinan Saudi menyebutkan, satu rudal dicegat di langit Riyadh pada Senin malam. Penduduk setempat mendengar suara ledakan keras.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari perusahaan minyak Saudi Aramco mengenai serangan Houthi yang menyasar fasilitas distribusi minyak di Jeddah itu. Namun bukan kali ini saja pemberontak yang didukung Iran itu menyerang fasilitas Aramco. Pada 2019, serangan menyasar satu fasilitas hingga menyebabkan berhentinya lebih dari setengah produksi minyak untuk Saudi.
Koalisi Arab Hancurkan 14 Kendaraan Militer dan Bunuh 115 Milisi Houthi
Sementara itu terkait serangan terbaru belum ada laporan mengenai korban atau kerusakan signifikan.
Houthi meningkatkan serangan lintas perbatasan seiring dengan bertambahnya serangan koalisi pimpinan Saudi di Kota Sanaa dan wilayah Marib, Yaman, yang kaya gas. Kedua daerah itu tahun ini menjadi titik panas perang yang sudah berlangsung 7 tahun.
Saudi menuduh Iran memasok rudal ke Houthi untuk menyerang negaranya. Hal ini diperkuat dengan hasil penyelidikan PBB yang menyebutkan beberapa senjata Houthi memiliki karakteristik yang mirip dengan yang diproduksi Iran. Namun Houthi membantah mendapat bantuan dari Iran, melainkan memproduksinya sendiri.
Houthi Serang Masjid dan Sekolah di Yaman dengan Rudal, 29 Orang Tewas dan Luka
Koalisi dipimpin Saudi melakukan intervensi dalam perang Yaman sejak 2015 atau setahun Houthi menggulingkan pemerintahan yang sah dan diakui internasional di Ibu Kota Sanaa.
Editor: Anton Suhartono