Hubungan dengan Korsel Memanas, Korut Kembali Pasang Pengeras Suara Propaganda

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 14:42 WIB
Hubungan dengan Korsel Memanas, Korut Kembali Pasang Pengeras Suara Propaganda

Militer Korea Utara memasang kembali pengeras suara di dekat perbatasan dua Korea.

PYONGYANG, iNews.id - Korea Utara (Korut) merealisasikan rencana propaganda balasan ke Korea Selatan (Korsel). Militer Pyongyang diketahui mulai memasang kembali pengeras suara diarahkan ke wilayah Korsel.

Dilansir dari Reuters, Selasa (23/6/2020) siang WIB, pejabat militer Korsel mengatakan Korut terlihat memasang kembali perangkat pengeras suara di dekat zona demiliterisasi (DMZ). Sebelumnya, perangkat tersebut sempat diturunkan setelah kedua negara menandatangani perjanjian untuk menghentikan semua tindakan permusuhan pada 2018.

Diyakini langkah tersebut merupakan upaya Korut melancarkan propaganda balasan ke Korsel di tengah meningkatnya ketegangan dua negara dalam sepakan terakhir.

Media Korea Utara, KCNA menulis Pyongyang bersiap melancarkan propaganda balasan dalam skala besar ke Korea Selatan. Kementerian Unifikasi Korea, Sabtu (20/6/2020) kemarin, sebenarnya sempat meminta Korut membatalkan rencana tersebut sebab bisa melanggar perjanjian damai.

Akan tetapi, seruan tersebut ditolak Departemen Front Bersatu--partai berkuasa di Korea Utara--yang bertanggung jawab atas urusan antar-Korea. Mereka menyebutnya sebagai 'omong kosong yang tidak masuk akal.

"Mengingat kesalahan mereka sendiri, berani-beraninya mereka mengucapkan kata-kata seperti penyesalan dan pelanggaran?," kata juru bicara partai.

Mengetahui aktivitas Korut tersebut, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan "Pyongyang akan membayar konsekuensinya jika terus menentang upaya bersama untuk mendorong perdamaian."

Ketegangan dua Korea kembali memanas setelah pada pekan kemarin Korut di bawah komando Kim Yo-jong--adik perempuan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un--menghancurkan kantor penghubung Korea.

Kim Yo-jong berdalih tindakan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap Korsel yang dianggap mendiamkan para pembelot Korut melakukan aksi propaganda.

Beberapa kelompok pembelot Korut secara rutin melakukan propaganda dengan mengirimkan selebaran anti-Korut, botol berisi beras, uang kertas 1 Dolar Amerika Serikat, radio mini, serta USB berisi film drama dan berita Korea Selatan. Benda-benda tersebut dikirimkan dengan cara dihanyutkan melalui sungai di perbatasan dua negara.

Editor : Arif Budiwinarto