Ikuti Langkah AS, Suriname Akan Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem
TEL AVIV, iNews.id - Suriname akan membuka kedutaan besar (kedubes) untuk Israel di Yerusalem. Negara itu menyusul Amerika Serikat (AS) yang pada 2018 memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai bentuk konkret pengakuan sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Langkah Israel yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kotanya tak mendapat restu dan melanggar hukum internasional.
Meski demikian Suriname belum menentukan kapan akan membuka kedubes di Yerusalem.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriname Albert Ramdin telah bertemu mitranya dari Israel, Yair Lapid.
Israel Minta Warganya Tak Pergi ke Turki, Takut Jadi Sasaran Balas Dendam Iran
"Selama pertemuan, Menteri Luar Negeri Suriname mengumumkan negaranya berencana segera membuka kedutaan di Yerusalem, ibu kota Israel," bunyi pernyataan pemerintah Israel, dikutip dari Reuters, Selasa (31/5/2022).
Ramdin menegaskan pemerintahannya belum menentukan kapan kedubes tersebut akan dibuka.
PM Israel Naftali Bennett: Era Kekebalan Iran Telah Berakhir!
"Kami baru menyampaikan niat tersebut. Pembicaraan mengenai bagaimana dan apa akan dimulai sekarang," katanya.
Sejauh ini, hanya empat negara yang memindahkan kedubes di Yerusalem, yakni AS, Honduras, Guatemala, dan Kosovo.
Palestina juga menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara di masa depan. Israel merebut Yerusalem dalam Perang Timur Tengah pada 1967. Negeri Yahudi itu menganggap seluruh wilayah Yerusalem, termasuk Yerusalem Timur yang di dalamnya berdiri Masjid Al Aqsa, sebagai ibu kotanya.
Editor: Anton Suhartono