Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Pengadilan Hukum Kucing Oyen Jadi Tahanan Rumah Seumur Hidup, Salah Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Ilmuwan di Negara Ini Masukkan Kucing sebagai Spesies Alien Berbahaya, kok Bisa?

Jumat, 29 Juli 2022 - 16:57:00 WIB
Ilmuwan di Negara Ini Masukkan Kucing sebagai Spesies Alien Berbahaya, kok Bisa?
Akademi sains Polandia memasukkan kucing sebagai spesies alien invasif (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WARSAWA, iNews.id - Lembaga sains Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia memasukkan kucing sebagai spesies alien invasif. Kucing di negara itu disalahkan atas dampak kematian burung serta satwa liar lainnya.

Ahli biologi Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia Wojciech Solarz mengatakan, felis catus, nama ilmiah untuk kucing peliharaan, dimasukkan dalam database nasional yang dibuat oleh Institut Konservasi Alam sebagai spesies alien invasif. Sebelumnya, institut sudah memasukkan 1.786 spesies dalam kategori yang sama, sehingga kucing masuk dalam daftar nomor 1.787.

Keputusan ini membuat murka para pencinta kucing. Mereka menumpahkan kemarahan di media sosial, bahkan mengancam akan menyerang para ilmuwan yang terlibat. Tak pelak para ilmuwan kunci di balik keputusan ini meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Solarz, kemarahan para pencinta kucing dipicu laporan hoaks bahwa pihaknya merekomendasikan untuk menyuntik mati atau melenyapkan kucing-kucing.

Dia menjelaskan, konsensus diambil para ilmuwan berdasarkan dampak yang ditimbulkan dari kucing-kucing rumahan. Hasilnya kucing peliharaan dianggap memiliki dampak berbahaya bagi keanekaragaman hayati, yakni membunuh banyak burung serta hewan mamalia.

"100 persen terpenuhi oleh kucing," katanya, saat menjelaskan kriteria yang memasukkan hewan lucu itu dalam spesies alien invasif, dikutip dari Associated Press, Jumat (29/7/2022).

Institut mengategorikan kucing sebagai alien atau pendatang asing di Polandia karena spesien felis catus dibawa ke negara itu sekitar 10.000 tahun lalu dari tempat asalnya di peradaban Timur Tengah kuno. Oleh karena itu kucing dianggap hewan asing bagi Eropa dari sudut pandang pemahaman ilmiah yang ketat.

Seorang dokter hewan Dorota Suminska menentang kesimpulan Solarz tentang bahaya yang ditimbulkan dari kucing terhadap satwa liar. Menurut dia, ada penyebab lain terhadap menyusutnya keanekaragaman hayati, termasuk lingkungan yang tercemar dan fasad bangunan perkotaan yang bisa membunuh burung yang sedang terbang.

“Tanyakan, apakah manusia ada dalam daftar spesies alien non-invasif,” kata Suminska, seraya mempertanyakan lagi mengapa kucing yang disalahkan.

Solarz lalu merespons dengan membeberkan data bahwa kucing membunuh sekitar 140 juta burung di Polandia setiap tahun. Terkait status itu, akademi merekomendasikan kepada pemilik kucing untuk membatasi waktu hewan peliharaan mereka di luar rumah selama musim kawin burung.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut