Ilmuwan Percaya, Covid Varian Lambda Paling Berbahaya

Ahmad Islamy Jamil · Jumat, 30 Juli 2021 - 21:46:00 WIB
Ilmuwan Percaya, Covid Varian Lambda Paling Berbahaya
Ilustrasi virus corona penyebab penyakit Covid-19. (Foto: iNews)

NEW YORK, iNews.id – Pandemi Covid sudah berlangsung lebih dari 18 bulan. Sejak itu, varian baru dari virus itu terus bermunculan.

Para ilmuwan pun percaya, galur terbaru yang disebut “varian lambda” mungkin jadi yang paling berbahaya hingga saat ini. Keyakinan mereka itu tertuang dalam sebuah studi berjudul SARS-CoV-2 Lambda variant exhibits higher infectivity and immune resistance (Varian SARS-CoV-2 Lambda Tunjukkan Infektivitas dan Resistensi Kekebalan yang Lebih Tinggi.” 

Dalam penelitian yang diterbitkan di repositori pracetak bioRxiv, Rabu (28/7/2021) itu, peneliti menemukan bahwa mutasi virus tersebut dapat menghindari antibodi penawar dan sangat menular.

Karena mutasinya yang cepat, banyak laporan tentang kemunculan berbagai varian Covid yang berlangsung terus-menerus. Beberapa di antaranya dianggap sebagai "varian yang menjadi perhatian" alias variants of concern (VOC) karena tingginya risiko penularannya. 

Galur Covid yang masuk dalam kategori VOC adalah varian alpha—yang pertama kali ditemukan di Inggris. Berikutnya ada varian beta—yang muncul mula-mula di Afrika Selatan. Selain itu, ada pula varian delta yang pertama kali ditemukan di India.

Sementara, prevalensi sejumlah varian lainnya yang disebut sebagai variants of interest (VOI) alias “varian menarik” (kelasnya di bawah varian yang menjadi perhatian), juga mendapat pengawasan dari para peneliti karena bisa saja menimbulkan ancaman global.

Covid-19 varian lambda atau “varian C37” telah menyebar dengan cepat di Amerika Selatan, khususnya di Peru. Sampel varian virus itu paling awal didokumentasikan pada Agustus 2020. Akan tetapi, pada 14 Juni 2021, varian lambda hanya ditandai sebagai VOI oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 3