Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polri dan Polisi China Saling Tukar Buronan: 3 WN China Diserahkan, 1 WNI Dibawa Pulang
Advertisement . Scroll to see content

Ilmuwan Rusia yang Dituduh Bersekongkol dengan China Meninggal 2 Hari usai Ditahan

Minggu, 03 Juli 2022 - 17:55:00 WIB
Ilmuwan Rusia yang Dituduh Bersekongkol dengan China Meninggal 2 Hari usai Ditahan
Ilmuwan Rusia, Dmitry Kolker. (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Dmitry Kolker, ilmuwanRusia yang ditangkap di Siberia beberapa waktu lalu dikabarkan meninggal dunia. Dia sebelumnya ditahan aparat Rusia karena dicurigai berkhianat kepada negara, yakni bersekongkol dengan dinas rahasia China.

Kematian sang ilmuwan diungkapkan oleh pengacaranya, Alexander Fedulov. Menurut dia, kliennya itu ditangkap pekan lalu oleh polisi Rusia, kemudian dibawa ke Penjara Lefortovo, Moskow. Saat ditangkap, Kolker sedang mengidap kanker pankreas stadium empat. 

“Dia meninggal kemarin. Besok kami akan mengajukan keluhan atas penahanannya,” kata Fedulov, Minggu (3/7/2022), seperti dikutip Reuters.

Keluarga Kolker pada pekan lalu mengatakan, ilmuwan itu dibawa petugas Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dari sebuah rumah sakit di Kota Novosibirsk, Siberia. Padahal, saat itu Kolker tengah sakit keras. Bahkan, selama perawatan di RS, dia harus makan melalui selang (sonde). 

Namun, aparat FSB seakan tidak memedulikan kondisi pasien. Mereka tetap membawa Kolker, dan kemudian menerbangkannya ke Moskow.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut