Ilmuwan Singapura Temukan Varian Baru Hasil Mutasi Virus Corona, Lebih Jinak
Lebih lanjut disebutkan, varian baru tersebut, kemungkinan berasal dari Kota Wuhan, China, ditemukan pertama kali dalam cluster penularan pada Januari sampai Maret 2020 di Singapura. Virus ditularkan dari orang ke orang di beberapa cluster penularan berbeda sebelum akhirnya dikendalikan lewat kebijakan karantina.
42.000 Orang di Singapura Terinfeksi Corona tapi Kasus Kematian Hanya 26, Ini Rahasianya
Seorang ahli mengatakan, mutasi pada virus menjadi pertanda baik. Biasanya, keganasan virus akan berkurang saat bermutasi. Dengan demikian, mungkin akan lebih banyak orang terpapar virus, namun tidak sampai membahayakan nyawa.
Daya tahan virus bergantung pada tubuh inangnya untuk asupan nutrisi dan tempat bernaung.
Editor: Anton Suhartono