Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Janji Putin kepada Mojtaba Khamenei: Rusia Tak Akan Tinggalkan Iran Sendirian
Advertisement . Scroll to see content

India Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha, Salahkan Rusia atau Ukraina?

Rabu, 06 April 2022 - 06:31:00 WIB
India Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha, Salahkan Rusia atau Ukraina?
Foto satelit yang menunjukkan kuburan massal di kompleks gereja di Kota Bucha, Ukraina. Gambar ini diklaim Maxar (perusahaan AS) diambil pada 10 Maret lalu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id – India mengutuk pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina. Negara Asia Selatan itu pun menyerukan untuk diadakannya penyelidikan independen atas peristiwa tersebut. 

Sebelumnya, India menolak untuk secara eksplisit mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina. Moskow sendiri dikenal sebagai salah satu mitra dekat New Delhi sejak lama.

Seorang ombudsman yang menangani masalah hak asasi manusia (HAM) di Ukraina kemarin mengatakan, ada antara 150 hingga 300 mayat yang mungkin berada di kuburan massal sebuah gereja di Bucha. Ukraina pun menuduh pasukan Rusia membunuhi warga sipil.

Akan tetapi, Rusia membantah telah menargetkan warga sipil di Ukraina. Moskow menyebut gambar orang-orang mati di Bucha adalah hasil rekayasa yang dilakukan Barat untuk mendiskreditkan Rusia.

Moskow pun memastikan, tidak ada mayat yang bergelimpangan di jalan-jalan Bucha, saat pasukan Rusia meninggalkan kota itu, pekan lalu.

“Laporan terbaru tentang pembunuhan warga sipil di Bucha sangat mengganggu,” kata Perwakilan Tetap India untuk PBB, TS Tirumurti, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa (5/4/2022), seperti dikutip Reuters.

“Kami dengan tegas mengutuk pembunuhan ini dan mendukung seruan untuk penyelidikan independen,” tuturnya.

Tirumurti menyampaikan pidatonya itu tak lama setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar. Amerika Serikat telah berulang kali mendesak India untuk mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari.

Untuk diketahui, India sangat bergantung pada Rusia untuk pasokan perangkat keras militernya. New Delhi pun telah berulang kali menyerukan agar kekerasan di Ukraina segera diakhiri. 

Akan tetapi, India memutuskan untuk abstain dari berbagai resolusi PBB tentang perang di Ukraina. Di tengah konflik tersebut, New Delhi harus berupaya keras menyeimbangkan hubungannya dengan Moskow dan Barat.

India—yang saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB—menjamu menteri luar negeri Rusia di New Delhi pekan lalu. Kala itu, mereka membahas tentang upaya untuk mempertahankan hubungan perdagangan.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut