Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Tutup Masjid Al Aqsa 2 Minggu, Pertama Sejak Perang 1967
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Kecam Pernyataan Menteri Israel yang Akan Bangun Sinagog di Kompleks Al Aqsa

Rabu, 28 Agustus 2024 - 12:44:00 WIB
Indonesia Kecam Pernyataan Menteri Israel yang Akan Bangun Sinagog di Kompleks Al Aqsa
Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir yang akan membangun sinagog di kompleks Masjid Al Aqsa (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Satu per satu negara Muslim mengecam pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Gen Gvir yang akan mendirikan tempat ibadah Yahudi, sinagog, di kompleks Masjid Al Aqsa. Pemerintah Indonesia melayangkan kecaman serupa melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (27/8/2024).

"Indonesia mengecam keras pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang ingin dirikan sinagog di Kompleks Masjid Al Aqsa," bunyi pernyataan, di akun X Kemlu RI.

Kemlu menegaskan, kesucian dan status quo Masjid Al Aqsa harus dihormati dan dipertahankan sesuai perjanjian internasional yang  telah disepakati.

Negara-negara Arab serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebelumnya juga menyampaikan kecaman serupa. Organisasi antar-pemerintah terbesar kedua di dunia setelah PBB ini menegaskan, pernyataan Ben Gvir merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Konvensi Jenewa serta hukum internasional.

OKI juga mengecam keras berlanjutnya penggerudukan oleh pemukim ilegal Yahudi. 

“Kota Yerusalem merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki pada 1967 dan ibu kota Negara Palestina,” bunyi pernyataan OKI.

OKI juga menegaskan semua keputusan dan tindakan yang diambil oleh penjajah Israel untuk me-yahudisasi Kota Yerusalem tidak memiliki efek hukum. Selain itu Israel harus bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari pernyataan Ben Gvir tersebut yang dianggap sebagai provokasi terhadap umat Muslim seluruh dunia.

Ben Gvir melontarkan pernyataan kontroversial itu pada Senin (26/8/2024). Dia mengklaim umat Yahudi berhak beribadah di dalam kompleks masjid tempat suci ketiga bagi umat Islam tersebut.

Dia juga mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mendukung hak-hak Yahudi atas Al Aqsa.

Selain itu Ben Gvir beberapa kali memimpin penggerudukan oleh kelompok ekstrem sayap kanan Israel ke Masjid Al Aqsa.

Berdasarkan kesepakatan yang diakui internasional, Masjid Al Aqsa berstatus quo yang hanya boleh dijadikan tempat ibadah bagi umat Islam. Penggerurukan yang sering dilakukan umat Yahudi belakangan ini jelas melanggar aturan internasional. Terlebih lagi, di saat yang sama, militer Israel melarang umat Islam memasuki kompleks Al Aqsa.

Kecaman atas pernyataan itu bahkan datang dari politisi Israel, salah satunya Benny Gantz, pemimpin partai oposisi, Persatuan Nasional. 

Dia menegaskan mengatakan meski ada retorika provokatif dan tidak bertanggung jawab dari beberapa pihak, Israel berkomitmen untuk mempertahankan status bersejarah Al Aqsa dan tidak ada niat mengubahnya.

"Kebebasan beribadah akan selalu dijamin di tempat suci tersebut," kata Gantz.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut