Infeksi Covid-19 di AS Tembus 4 Juta, Lebih Tinggi dari Keseluruhan Kasus di Benua Eropa
WASHINGTON, iNews.id - Kasus Covid-19 di Amerika Serikat sampai pekan ini sudah menembus angka 4 juta pada Kamis (23/7/2020) waktu setempat. Jumlah tersebut lebih tinggi dari keseluruhan infeksi yang terdapat di benua Eropa.
Amerika mencapai 1 juta kasus Covid-19 dalam kurun waktu 98 hari, hanya 16 hari berselang negara itu sudah mencatatkan 3 juta kasus dan menjadi 4 juta dalam waktu kurang dari 10 hari, demikian yang dilaporkan Reuters, Jumat (24/7/2020).
Jika dirata-ratakan maka kasus baru di AS per hari meningkat lebih dari 2.600, tertinggi di dunia.
Dari 4 juta jumlah infeksi Covid-19 di AS, tercatat korban meninggal lebih dari 143.000. Sementara di benua Eropa yang pernah menjadi epicentrum Covid-19 pada April lalu jumlah kasus Covid-19 mencapai 3 juta pekan ini. Dengan total angka kematian sebanyak 206.633.
Secara global, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15 juta penduduk dunia sejak dinyatakan sebagai pandemi pada Januari lalu. Sedangkan angka kematian global mencapai 627.307 berdasarkan data John Hopkins University.
Saat angka infeksi Covid-19 di Amerika Serikat kian meninggi tiap harinya, para pejabat federal dan negara bagian malah gagap dalam mengambil kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran.
Mereka berselisih paham mengenai sejumlah opsi termasuk kapan dan bagaimana skema melonggarkan aturan pembatasan wilayah serta memutar kembali ekonomi di tengah pandemi.
Situasi diperparah oleh sikap pemerintah federal yang menjadikan imbauan memakai masker sesuai rekomendasi WHO dan ahli kesehatan sebagai alat politik.
Namun, pertentangan pemakaian masker mulai mereda belum lama ini setelah Presiden Donald Trump dari Partai Republik mengambil sikap mau menggunakan masker. Sebelumnya, Trump merupakan salah satu politikus Partai Republik yang menyepelekan penggunaan masker.
Lawan politik Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, menggoreng isu tersebut guna menarik simpati dari konstituen. Biden bahkan secara terbuka menyerang Trump dengan menggulirkan pernyataan-pernyataan yang isinya mengecam "kegagalan" pemerintah saat ini menangani pandemi dan melindungi warganya.
Sementara itu, di saat bersamaan Dewan Uni Eropa menyetujui pencairan dana sebesar 750 miliar Euro dari total paket stimulus ekonomi sebesar 1,8 triliun Euro sebagai rencana awal pemulihan dampak Covid-19. Dalam pertemuan Uni Eropa pekan ini disepakati negara-negara terdampak paling parah seperti Spanyol dan Italia mendapat bantuan terbesar.
"Momen ini, ini dari sudut pandang saya, merupakan tonggak penting dalam sejarah Eropa. Kami bertindak cepat dan disertai urgensi," kata Charles Michel dari Uni Eropa.
"Respons yang dilakukan Uni Eropa lebih besar daripada Amerika Serikat maupun China," lanjutnya seperti dikutip dari AFP.
Editor: Arif Budiwinarto