Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) mengakhiri masa jabatan kedua Cameron sebagai perdana menteri. Setelah negara tersebut memilih keluar dalam referendum Juni 2016, Cameron, yang getol mengampanyekan untuk tetap bertahan di blok tersebut, mengundurkan diri.
May mengambil alih jabatan dari Cameron di tengah dampak referendum Brexit. Sebelumnya dia menjabat sebagai menteri dalam negeri.
Dia menggelar pemilu dadakan setahun kemudian untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi Brexit. Namun langkah tersebut menjadi bumerang ketika partainya muncul sebagai partai terbesar di parlemen, namun bukan mayoritas.
Karena tidak mampu meloloskan kesepakatan Brexit melalui parlemen, Partai Konservatif mengalami kekalahan telak dalam pemilu Parlemen Eropa pada Mei 2019, memicu pengunduran dirinya.
Politisi pemberani yang terkenal karena membangun karier dengan melanggar aturan, harus menghadapi pandemi Covid-19 dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.