Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Inggris Klaim Tes Antibodi Covid-19 Akurasinya Hampir 100 Persen

Minggu, 19 Juli 2020 - 02:01:00 WIB
Inggris Klaim Tes Antibodi Covid-19 Akurasinya Hampir 100 Persen
Inggris mengklaim uji coba massal tes antibodi Covid-19 tingkat akurasinya mencapai 98,6 persen (foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Inggris berencana mendistribusikan jutaan tes antibodi setelah uji coba pertama dalam skala besar memperlihatkan akurasi hampir 100 persen.

Dilansir dari The Telegraph, tes antibodi dikembangkan oleh UK Rapid Test Consortium (UK-RTC) yang merupakan kerjasama antara Universitas Oxford dan perusahaan diagnosis terkemuka Inggris. Tes ini ditujukan untuk mengetahui dengan cepat infeksi virus yang terjadi pada manusia.

Satu-satunya tes antibodi di Inggris yang disetujui sampai saat ini mencakup sampel darah yang dibawa ke laboratorium untuk dianalisis, yang dapat berlangsung selama beberapa menit.

Dalam pelaksanannya, tes antibodi itu hanya membutuhkan ujung jari dipindai selama 20 menit kemudian memperlihatkan hasil jika seseorang terpapar virus tersebut. Akurasi tes tersebut diklaim mencapai 98,6 persen.

Keberhasilan uji coba tersebut mencuatkan optimisme Inggris bisa menggunakan prosedur tersebut dalam program pemindaian massal Covid-19 sebelum akhir tahun ini.

"Tes itu dinyatakan 98,6 persen akurat dan itu kabar yang sangat baik," kata Chris Hand, pimpinan UK-RTC.

Hand menambahkan bahwa Departemen Kesehatan Pemerintah sedang membahas rencana pembelian jutaan perangkat tes antibodi itu dengan UK-RTC sebelum akhir tahun.

"Kami beserta mitra kami menggenjot produksi ratusan ribu dosis setiap bulannya," lanjutnya.

Media setempat melaporkan, tes antibodi itu nantinya akan diberikan secara gratis dan bisa dipesan melalui online ketimbang dijual di supermarket.

"Sementara tes ini membantu kami lebih memahami bagaimana virus corona menyebar di seluruh negeri, kami belum mengetahui apakah antibodi mengindikasikan kekebalan dari infeksi ulang atau penularan," ujar juru bicara Departemen Kesehatan dan Sosial.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut