Inggris Laporkan 11 Kasus Covid Varian Baru Asal Brasil yang Diyakini Lebih Berbahaya

Djairan ยท Sabtu, 16 Januari 2021 - 13:31:00 WIB
Inggris Laporkan 11 Kasus Covid Varian Baru Asal Brasil yang Diyakini Lebih Berbahaya
Inggris deteksi 11 kasus Covid-19 varian baru asal Brasil yang diyakini lebih berbahaya (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Sebanyak 11 warga Inggris terinfeksi virus Covid-19 varian baru asal Brasil. Temuan ini dikhawatirkan memengaruhi keefektifan vaksin virus corona yang tengah didistribusikan. 

Konsorsium Genomik Covid-19 Inggris (COG-UK) mengungkap, sampel Covid-19 varian baru asal Brasil, yang dikenal dengan P2, didapat melalui tes rutin di Inggris. Sampel positif pertama diambil pada 14 November 2020 di Lighthouse Laboratory, Glasgow. Laboratorium di Cheshire, Milton, Keynes, dan Cambridge, juga telah menemukan varian tersebut.

Saat ini, setidaknya ada tiga Covid-19 varian baru di Inggris yang memiliki karakteristik hampir sama, yakni varian dalam negeri yang dikenal sebagai B117 serta dari Afrika Selatan dan Brasil. 

COG-UK sejauh ini menemukan 11 kasus terinfeksi Covid-19 varian baru Brasil pada Jumat (15/1/2021). Namun layanan Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) hanya mencatat delapan kasus hingga 14 Januari.

“Ini merupakan berita buruk bahwa bukti varian Covid yang sangat menular dari Brasil telah ditemukan di Inggris. Ini merupakan contoh lain dari lambatnya upaya untuk melindungi perbatasan kita dari Covid, menutup pintu setelah 'kuda' melesat,” ujar menteri dalam negeri bayangan, Nick Thomas Symonds, yang mengkritisi penanganan pemerintah, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (16/1/2021).

Diketahui, setidaknya dua perawat di Brasil terinfeksi varian corona P2, padahal mereka sudah pernah terpapar Covid-19 dan sembuh. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran, virus varian baru kebal dari vaksin dan memengaruhi kekebalan alami.

Para ilmuwan mengatakan P2 yang ditemukan di Inggris tidak sama dengan varian lain yang terdeteksi pada empat pelancong Brasil di Jepang pekan lalu, yang dikenal sebagai Covid varian P1.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2