Inggris Larang Penggunaan Seragam Sekolah karena Berpotensi Sebarkan Virus Corona

Anton Suhartono ยท Senin, 22 Juni 2020 - 10:42 WIB
Inggris Larang Penggunaan Seragam Sekolah karena Berpotensi Sebarkan Virus Corona

Inggris larang penggunaan seragam sekolah terkait kekhawatiran virus corona (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Penggunaan beberapa seragam sekolah akan dilarang di Inggris mulai September 2020 karena dapat menyebarkan virus corona.

Bagian dari seragam yang dilarang itu adalah blazer dan dasi, meskipun ada beberapa sekolah yang menambahkan kemeja. Pelarangan efektif berlaku mulai September atau bersamaan dengan tahun ajaran baru.

Sebelumnya departemen pendidikan dan anggota parlemen Inggris telah memperingatkan seragam sekolah bisa membahayakan siswa. Departemen pendidikan mengeluarkan panduan serta merekomendasikan agar para siswa dan staf datang ke sekolah cukup dengan mengenakan pakaian bersih.

Menteri Pendidikan Gavin Williamson mengatakan, pemerintah ingin semua siswa kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru nanti dan menerapkan aturan kesehatan guna menangkap Covid-19.

Anggota Parlemen dari Konservatif Andrew Lewer mengatakan, seragam sekolah sangat berisiko, meskipun kemungkinannya kecil.

“Covid-19 sudah sangat mengganggu anak-anak sekolah di penjuru negeri. Hal terakhir yang  kita lihat adalah sekarang menyerang salah satu tradisi hebat sekolah-sekolah Inggris, seragam berbeda yang dikenakan dengan bangga oleh siswa di 90 persen sekolah kita. Seperti disampaikan pakar kesehatan, Linda Bauld, risiko paparan virus corona dari blazer atau dasi sekolah kecil,” kata Lewer, dikutip dari The Sun, Senin (22/6/2020).

Sebuah sekolah di dekat Bradford juga sudah melarang siswanya mengenakan blazer, kemeja, dan dasi mulai September.

Tina Smith, kepala sekolah Beckfoot Oakbank di Keighley, Yorkshire Barat, mengatakan, sekitar 1.500 siswa tidak diwajibkan memakai blazer, kemeja, dan dasi pada tahun ajaran baru.

Sebagi gantinya, kata dia, siswa bisa menggunakan kaus berkerah tidak bermerek. Selain alasan virus corona, juga untuk menekan pengeluaran orangtua yang sudah cukup menderita akibat wabah.

"Pedoman dari departemen pendidikan menyatakan bahwa blazer dan dasi tidak dianjurkan. Siswa dan staf disarankan datang ke sekolah dengan pakaian bersih demi keselamatan bagi semua,” katanya.

Editor : Anton Suhartono